Pemkot Batu Siapkan Ruang Ekspresi untuk Tekan Vandalisme
- 28 Agt 2026 14:00 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Batu - Pemerintah Kota Batu menyiapkan ruang ekspresi bagi anak muda sebagai salah satu langkah untuk menekan aksi vandalisme di fasilitas umum dan aset milik orang lain. Sekretaris Daerah Kota Batu Alfi Nurhidayat mengatakan ruang tersebut dapat menjadi wadah bagi anak muda untuk menyalurkan kreativitas melalui karya seni.
Alfi mengatakan vandalisme merupakan tindakan yang salah karena merusak fasilitas umum, mengganggu keindahan kota, serta dapat mengganggu hak milik orang lain. Ia menyebut aksi mencoret-coret fasilitas umum juga dapat masuk dalam ranah pidana ketika dilakukan terhadap aset milik orang lain.
“Vandalisme ini sebuah kebiasaan, saya lihat ada kebiasaan ini mungkin juga bagian hal yang buruk,” ujar Alfi, Jum'at (28/8/2026).
Menurutnya, kebiasaan mencoret-coret fasilitas umum turut memperburuk wajah Kota Batu.
Meski demikian, Alfi melihat aksi vandalisme dari sisi lain sebagai kemungkinan bentuk ekspresi anak muda yang ingin didengar oleh orang tua maupun pemerintah. Karena itu, pemerintah memilih membuka ruang dialog untuk mengetahui kebutuhan mereka dalam menyalurkan ekspresi.
“Tidak kita hukum, kita malah ingin duduk bersama, maunya apa, kalau perlu tempat ekspresi, akan kita beri tempat ekspresi,” terang Alfi. Pendekatan tersebut dilakukan dengan mengarahkan ekspresi anak muda kepada aktivitas yang lebih positif dan menghasilkan karya.
Alfi menyebut Pemkot Batu dapat menyediakan sejumlah lokasi yang membutuhkan sentuhan kreativitas untuk dijadikan ruang ekspresi. Salah satu lokasi yang disebut adalah bagian luar Stadion Gelora Brantas serta tempat-tempat yang dinilai masih terlihat kumuh.
Menurut Alfi, ruang ekspresi tersebut dapat dimanfaatkan untuk membuat karya seni yang sekaligus mempercantik sejumlah kawasan di Kota Batu. "Karya yang dihasilkan juga dapat menjadi bagian dari wajah kota yang dapat dinikmati masyarakat dan wisatawan," jelasnya.
Alfi menilai anak-anak muda memiliki potensi untuk berkontribusi dalam menjaga dan memperindah Kota Batu melalui kreativitas. Penyaluran ekspresi pada tempat yang disediakan pemerintah menjadi salah satu cara agar kreativitas tersebut tidak diwujudkan dengan mencoret fasilitas umum maupun aset milik orang lain.
Selain menyediakan ruang ekspresi, Alfi mengajak masyarakat ikut melakukan pemantauan lingkungan untuk mencegah aksi vandalisme. Menurutnya, pengawasan tidak mungkin sepenuhnya diserahkan kepada pemerintah karena aksi vandalisme dapat dilakukan pada waktu dan tempat yang sulit dipantau.
Langkah Pemkot Batu tersebut menempatkan penyediaan ruang ekspresi dan dialog sebagai bagian dari penanganan vandalisme. Upaya itu sekaligus mengarahkan kreativitas anak muda menjadi karya seni yang dapat memperindah fasilitas dan ruang publik tanpa merusak aset maupun mengganggu hak milik orang lain.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....