Berburu Air Siraman Gong Kiai Pradah, Warga Datang sejak Pagi

  • 28 Agt 2026 09:26 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Blitar - Bukan sekadar ingin melihat prosesi budaya, sejumlah warga rela datang sejak pagi ke Alun-alun Lodoyo, Kabupaten Blitar pada Kamis (27/8/2026). Mereka memburu air bekas siraman Gong Kiai Pradah yang dipercaya membawa berkah.

Tradisi Siraman Gong Kiai Pradah digelar bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Ribuan warga dari Blitar dan daerah sekitarnya memadati lokasi untuk mengikuti rangkaian acara hingga prosesi siraman berlangsung.

Gino (55), warga Desa Kedungwungu, Kecamatan Binangun, menjadi salah satu warga yang datang lebih awal. Ia bersama istrinya sudah berada di Alun-alun Lodoyo sekitar pukul 06.00 WIB.

Kedatangannya pagi-pagi bukan tanpa alasan. Selain ingin menyaksikan prosesi dari dekat, Gino berharap bisa mendapatkan air yang digunakan untuk memandikan gong pusaka tersebut.

"Saya tadi sampai di sini (Alun-alun Lodoyo) pukul 06.00 WIB," kata Gino, Kamis (27/8/2026).

Gino mengaku sudah terbiasa mengikuti tradisi tersebut setiap tahun. Baginya, mendapatkan air bekas siraman Gong Kiai Pradah menjadi salah satu hal yang selalu dinantikan.

Air tersebut nantinya ia gunakan untuk mandi. Ia percaya air siraman gong dapat memberikan manfaat bagi kesehatan sekaligus membawa keberuntungan dalam kehidupan.

"Iya, saya ingin mendapatkan air bekas memandikan Gong Mbah Pradah. Biasanya, airnya saya gunakan untuk mandi. Biar sehat dan rezeki lancar," ujarnya.

Kepercayaan terhadap air siraman juga dirasakan warga lainnya. Deni, salah satu pengunjung, berharap dapat membawa pulang air maupun bunga yang digunakan dalam prosesi.

Menurutnya, benda-benda tersebut dipercaya masyarakat memiliki keberkahan dan dapat menjadi sarana tolak bala.

"Supaya dapat berkahnya dan tolak balak penyakit," ujar Deni.

Siraman Gong Kiai Pradah merupakan tradisi yang terus dilaksanakan setiap tahun di Kabupaten Blitar. Pelaksanaannya bertepatan dengan momentum Maulid Nabi Muhammad SAW dan menjadi salah satu agenda budaya yang selalu menarik perhatian masyarakat.

Sebelum prosesi utama, kawasan Alun-alun Lodoyo juga diramaikan dengan kegiatan bazar. Tahun ini, prosesi siraman turut dihadiri Bupati Blitar Rijanto bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Blitar.

Bagi masyarakat, tradisi tersebut memiliki makna budaya sekaligus nilai kepercayaan yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

Keramaian warga yang datang dari berbagai daerah juga membuat Siraman Gong Kiai Pradah semakin dikenal sebagai salah satu wisata budaya di Kabupaten Blitar.

Usai prosesi, air bekas siraman Gong Kiai Pradah dibagikan kepada masyarakat. Warga yang sejak pagi menunggu pun berebut mendapatkan bagian untuk dibawa pulang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....