Gorong-Gorong di Perempatan Petungasri Pandaan Ambles

  • 27 Agt 2026 12:12 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Pasuruan - Pemerintah Kabupaten Pasuruan tanggap cepat terhadap kejadian amblesnya Gorong-gorong di Jalan Jaksa Agung Suprapto. Tepatnya di Simpang Empat Petungasri, Kecamatan Pandaan, pada Rabu (26/8/2026).

Usai kejadian, petugas dari Dinas Sumber Daya Air (SDA) serta Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi langsung meninjau lokasi untuk merumuskan langkah penanganan.

Kabid SDA Kabupaten Pasuruan, Bensu Roa Priyadi mengatakan berdasarkan hasil pengecekan fisik, saluran tersebut tersumbat oleh tumpukan sampah dan sedimentasi tanah yang pekat alias berasal dari pembuangan air rumah tangga.

"Kerusakannya cukup dalam sampai mengakibatkan luapan air ke Jalan Raya Kasri dan menghambat arus lalu lintas. Ternyata setelah kami cek, sumbatannya berasal dari tumpukan sampah rumah tangga," kata Bensu melalui sambungan selulernya, Kamis (27/8/2026).

Sebagai langkah cepat, petugas langsung melakukan pembersihan sampah dan melanjutkan pembongkaran jalan menggunakan ekskavator (backhoe). Sedangkan untuk konstruksi jalan harus dibongkar total karena gorong-gorongnya akan diganti dengan yang baru.

"Kita bersihkan sampahnya kemudian kita bongkar untuk kita ganti dengan yang baru," imbuhnya.

Hal yang sama juga disampaikan Kabid Bina Marga Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Pasuruan, Danang. Menurutnya, amblesnya jalan juga dipicu oleh tingginya volume kendaraan berat yang melintasi jalur selebar 10 meter tersebut.

Guna kelancaran pengerjaan proyek, pihaknya kini tengah berkoordinasi dengan kepolisian setempat terkait skenario pengalihan arus lalu lintas.

"Ada opsi penutupan jalan secara total selama proses perbaikan, atau ditutup separuh secara bergantian. Namun, jika menggunakan sistem buka-tutup, proses perbaikan pasti memakan waktu lebih lama," pungkas Danang.

Diketahui, area jalan terdampak yang akan dibongkar memiliki panjang sekitar 10 meter dengan lebar 1 meter. Kata Danang, struktur lama yang rusak nantinya diganti menggunakan box culvert beton agar lebih kokoh menahan beban kendaraan.

"Optionnya ya diganti menggunakan box culvert beton supaya lebih kuat menahan beban kendaraan yang lalu lalang, apalagi di sini cukup padat lalu lintasnya," tegasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....