FEB UB Raih Juara 1 Safety Excellence Giraffe Award 2026

  • 24 Agt 2026 12:07 WIB
  •  Malang
RRI.CO.ID, Malang – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB) meraih Juara 1 kategori Safety Excellence dalam ajang Giraffe Award Universitas Brawijaya 2026. Penghargaan tersebut diberikan bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Capaian ini menjadi apresiasi terhadap penerapan keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan (K3L) di lingkungan FEB UB.

FEB UB menjadi yang terbaik setelah bersaing dengan empat fakultas lainnya. Penilaian tidak hanya mencakup ketersediaan fasilitas keselamatan, tetapi juga kesiapan prosedur tanggap darurat, edukasi keselamatan, serta upaya menciptakan lingkungan kampus yang inklusif.

“Salah satu tantangan penerapan K3L di FEB UB adalah tingginya aktivitas di Gedung Utama yang memiliki 12 lantai. Untuk mengantisipasi berbagai risiko, fakultas menyediakan sejumlah fasilitas keselamatan, antara lain alat pemadam api ringan (APAR), fire hydrant, dan water sprinkler otomatis,” kata perwakilan Tim K3 FEB UB, Dr. Hendi Subandi, S.E., M.A., Senin (24/8/2026).
Menurutnya, fasilitas keselamatan juga mencakup emergency shower di area terbuka serta perangkat pendukung keselamatan lainnya. Pengelolaan K3L melibatkan tenaga kependidikan yang dilengkapi alat pelindung diri (APD), serta didukung konsultan dan tenaga ahli bersertifikat Kementerian Ketenagakerjaan.
⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠
“Aspek inklusivitas menjadi bagian dari penerapan keselamatan di FEB UB. Sejumlah fasilitas dan prosedur disiapkan dengan mempertimbangkan kebutuhan penyandang disabilitas, lansia, ibu hamil, dan ibu menyusui,” ungkap Wakil Dekan Bidang Umum, Keuangan, dan Sumberdaya ini.

FEB UB juga melakukan edukasi mengenai prosedur menghadapi kondisi darurat, termasuk gempa bumi dan kebakaran. Dalam kondisi gempa, sivitas akademika diarahkan menerapkan prinsip drop, cover, and hold on sebelum melakukan evakuasi menuju titik kumpul yang telah ditentukan.

“Selain itu, fasilitas lift dilengkapi tombol darurat dan dukungan teknis. Sivitas akademika juga dapat melaporkan kondisi berbahaya maupun kejadian near-miss sebagai bagian dari upaya pencegahan kecelakaan,” tutur Hendi.

Tim K3 FEB UB menilai penghargaan tersebut menjadi dorongan untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan budaya keselamatan di lingkungan fakultas.

“Keselamatan adalah tanggung jawab kita bersama. Dengan memahami prosedur keselamatan ini, kita dapat menciptakan lingkungan kampus yang aman, nyaman, dan bebas dari kecelakaan,” tegasnya.
Dekan FEB UB, Abdul Ghofar, S.E., M.Si., M.Acc., DBA., Ak., CA. menyebut, penghargaan tersebut bukan menjadi titik akhir penerapan K3L, melainkan bagian dari upaya membangun budaya keselamatan secara berkelanjutan.

“K3 bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi merupakan budaya yang harus dibangun bersama-sama demi kenyamanan belajar dan bekerja, baik di ruang kelas, laboratorium, maupun area umum,” tegasnya.

Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai unsur di lingkungan FEB UB. Penerapan keselamatan diharapkan berjalan beriringan dengan upaya fakultas meningkatkan kualitas akademik dan pelayanan kepada sivitas akademika.

“Meraih juara pertama bukan sekadar pencapaian trofi, tetapi bukti kerja keras FEB UB dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman,” pungkasnya.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....