Kota Malang Masuk Prioritas LSDP, Dapat Rp151 Miliar
- 21 Agt 2026 02:46 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang — Kota Malang masuk dalam 30 daerah prioritas nasional penerima program Local Service Delivery Improvement Project (LSDP) untuk pengelolaan sampah. Program yang didukung Bank Dunia melalui Kementerian Dalam Negeri itu dijadwalkan mulai berjalan di Kota Malang pada 2027.
Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin mengatakan kepastian tersebut disampaikan dalam Forum Group Discussion (FGD) Sinkronisasi Pembangunan Pusat dan Daerah yang digelar Direktorat Perencanaan, Evaluasi, dan Informasi Pembangunan Daerah Ditjen Pembangunan Daerah Kemendagri di Malang.
FGD tersebut mempertemukan Bappeda dari sejumlah daerah, termasuk Kota Malang, Kota dan Kabupaten Kediri, Kota Batu, serta pemerintah provinsi. Forum itu membahas sinkronisasi arah pembangunan pusat dan daerah untuk perencanaan 2027 sekaligus mengevaluasi pelaksanaannya.
Ali mengatakan Kota Malang menjadi salah satu daerah yang masuk prioritas program LSDP. Kota ini akan mendapatkan dukungan hibah sekitar Rp151 miliar untuk memperkuat pengelolaan sampah.
"Malang termasuk yang sudah masuk kategori 30 prioritas nasional yang akan berjalan mulai tahun 2027 untuk pembangunan hulunya, mindset masyarakatnya, sampai pembangunan hilirnya di tahun 2028 dengan dana hibah sekitar 151 miliar," kata Ali, Kamis 20 Agustus 2026.
Program LSDP sendiri merupakan proyek yang didukung Bank Dunia untuk memperkuat kapasitas pemerintah daerah dalam menyediakan layanan pengelolaan sampah. Bank Dunia menyebut proyek ini dimulai pada 30 pemerintah daerah di Indonesia dan mencakup dukungan terhadap infrastruktur, kapasitas kelembagaan, serta perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah.
Menurut Ali, dukungan tersebut penting bagi Kota Malang karena produksi sampah setiap hari mencapai lebih dari 700 ton. Melalui LSDP, pemerintah menargetkan sekitar 100 hingga 150 ton sampah per hari dapat dikelola.
"Tentu pengelolaan sampah akan semakin maksimal karena itu bisa menyerap antara 100 sampai 150 ton sampah per harinya yang dikelola dari 700 sekian jumlah sampah yang diproduksi di Kota Malang," ujarnya.
Ali mengatakan program tersebut akan berjalan selama lima tahun. Jika pelaksanaannya menunjukkan kinerja yang baik, kapasitas pengolahan dapat ditingkatkan melalui penambahan mesin sehingga mampu mengolah sampah lebih dari 200 ton per hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....