Mahasiswa NTT di Malang Galang Bantuan untuk Korban Gempa

  • 19 Agt 2026 15:05 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Solidaritas untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) ditunjukkan mahasiswa asal NTT yang sedang menempuh pendidikan di Kota Malang.

Sejumlah mahasiswa bergerak menggalang bantuan untuk membantu keluarga dan masyarakat di Flores yang masih menghadapi kerusakan rumah serta keterbatasan kebutuhan dasar.

Mahasiswa asal NTT, Yano dan Shinky Oby, mengatakan gerakan tersebut dilakukan karena banyak mahasiswa di Malang memiliki keluarga maupun kerabat yang terdampak. Mereka merasa terpanggil untuk membantu melalui aksi sosial dan penggalangan donasi.

Yano mengatakan mahasiswa dari berbagai organisasi daerah di Flores turut bergerak. Mereka turun ke jalan untuk menggalang dukungan masyarakat sekaligus menyampaikan informasi mengenai kebutuhan warga terdampak.

“Saya pikir ini gerakan yang luar biasa untuk teman-teman mahasiswa, sikap empati dan kepedulian. Itu yang saya pikir teman-teman lakukan hari ini,” kata Yano, Rabu (19/8/2026).

Menurutnya, gerakan tersebut merupakan bentuk empati dan gotong royong. Mahasiswa tidak ingin hanya menjadi penonton ketika saudara mereka di daerah asal sedang menghadapi bencana.

Selain mahasiswa, Forum Pemuda NTT juga ikut bergerak. Posko bantuan direncanakan dibuka di kawasan Jalan Mayjen Panjaitan, Kota Malang, untuk menerima bantuan dari masyarakat.

Bantuan yang dikumpulkan nantinya akan dikoordinasikan dengan jaringan yang berada di NTT. Mahasiswa telah berkomunikasi dengan sejumlah posko di wilayah seperti Nagekeo dan Manggarai.

Kebutuhan yang diprioritaskan antara lain selimut, terpal, tenda, makanan, air bersih, pakaian hangat dan obat-obatan. Bantuan untuk kebutuhan perempuan dan anak seperti perlengkapan higienitas serta diapers juga dibutuhkan.

Mahasiswa juga menekankan pentingnya memastikan bantuan tidak berhenti setelah perhatian publik terhadap bencana mulai berkurang.

Shinky menjelaskan, pihaknya telah memiliki koordinator dan jaringan posko di daerah terdampak. Setiap bantuan yang diterima dan disalurkan akan terus diperbarui melalui media sosial agar masyarakat dapat mengetahui proses distribusinya.

“Kami sebenarnya tidak berjalan sendiri. Dari sini kami punya koordinator, lalu di NTT juga di tempatnya di Flores kita ada beberapa posko yang sudah terhubung dengan kita, baik di Nagekeo maupun di Manggarai,” jelas Shinky.

Upaya tersebut dilakukan agar kepedulian masyarakat dapat berlangsung secara berkelanjutan. Kebutuhan warga tidak selesai hanya dengan bantuan pada hari-hari pertama bencana karena proses pemulihan membutuhkan waktu.

Shinky menegaskan, informasi mengenai bantuan akan terus diperbarui sehingga masyarakat dapat mengetahui perkembangan penyaluran.

“Ini tentu kita akan update terus segala macam bentuk donasi, bantuan, baik itu ketika sudah diterima oleh teman-teman mahasiswa di Malang terus disalurkan ke korban bencana,” ujarnya.

Bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi melalui gerakan mahasiswa asal NTT di Malang, bantuan dapat dikoordinasikan melalui Shinky di nomor WhatsApp 081-242-981-168 atau Yano di 0881-0267-04259. Posko bantuan juga direncanakan berada di Jalan Mayjen Panjaitan, Kota Malang.

Gerakan mahasiswa asal NTT di Malang menjadi gambaran bagaimana solidaritas dapat tumbuh dari lingkungan terdekat. Dari Kota Malang, mereka berupaya menghubungkan kepedulian masyarakat dengan kebutuhan saudara-saudara mereka yang terdampak bencana di Flores.

Mereka berharap bantuan yang terkumpul dapat segera sampai kepada masyarakat dan membantu memenuhi kebutuhan dasar selama masa pemulihan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....