Doa Bersama Tandai Makam Bung Karno Dibuka 24 Jam

  • 16 Agt 2026 15:00 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Blitar - Doa bersama digelar Pemerintah Kota Blitar di kawasan Makam Bung Karno, Sabtu (15/8/2026) malam.

Kegiatan tersebut sekaligus menandai dimulainya pembukaan kawasan makam Proklamator dan Presiden pertama Republik Indonesia itu selama 24 jam.

Pembukaan akses sepanjang hari ini membuat masyarakat memiliki kesempatan lebih luas untuk berziarah, termasuk pada malam hingga dini hari.

Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin mengatakan pembukaan Makam Bung Karno selama 24 jam dilakukan untuk memberikan ruang kepada masyarakat yang ingin berziarah tanpa terbatas waktu.

Kebijakan tersebut juga bertepatan dengan weton penanggalan Jawa wafatnya Bung Karno, yakni Minggu Kliwon.

"Bertepatan wafat beliau, Pemkot Blitar membuka Makam Bung Karno 24 jam untuk pengunjung," kata Mas Ibin, Minggu (16/8/2026).

Menurutnya, makam Bung Karno merupakan salah satu tujuan utama masyarakat dari berbagai daerah. Karena itu, akses 24 jam diharapkan dapat memberikan pilihan waktu kunjungan yang lebih fleksibel bagi peziarah.

"Intinya pembukaan 24 jam ini untuk memfasilitasi peziarah. Bung Karno berhak didoakan oleh seluruh masyarakat Indonesia," ujarnya.

Selain mempermudah peziarah, Pemkot Blitar melihat pembukaan 24 jam sebagai peluang untuk menghidupkan aktivitas pariwisata pada malam hari.

Mas Ibin optimistis kebijakan tersebut dapat meningkatkan jumlah wisatawan sekaligus membuat Kota Blitar semakin ramai di luar jam kunjungan wisata pada umumnya.

"Dengan banyak fasilitas yang buka 24 jam, termasuk Makam Bung Karno, tentunya kunjungan wisatawan di Kota Blitar dapat meningkat. Kota Blitar akan semakin ramai," katanya.

Untuk menjaga keamanan pengunjung, Pemkot Blitar menyiapkan petugas yang akan berjaga di kawasan makam. Fasilitas pendukung juga akan ditata secara bertahap, termasuk penambahan dan pembenahan penerangan agar kawasan tetap nyaman digunakan untuk berziarah pada malam hari.

Sementara itu, pedagang suvenir di sekitar Makam Bung Karno diperbolehkan berjualan pada malam hari secara kondisional, menyesuaikan situasi dan kebutuhan pengunjung.

Mas Ibin memastikan pembukaan 24 jam tersebut telah mendapat izin dari keluarga Bung Karno. Megawati Soekarnoputri juga meminta agar aktivitas peziarah tetap tertib dan tidak menimbulkan kepadatan di dalam area makam.

"Bu Mega berpesan agar para peziarah ditata secara tertib, jangan sampai berjubel di dalam," terangnya.

Pemkot Blitar juga berharap kebijakan tersebut berdampak pada sektor ekonomi. Pelaku usaha, termasuk hotel dan penginapan di Kota Blitar, diminta tidak khawatir pembukaan makam 24 jam akan mengurangi tingkat hunian.

Sebaliknya, Mas Ibin memperkirakan waktu kunjungan wisatawan yang lebih panjang justru dapat membuka peluang peningkatan okupansi penginapan.

"Pariwisata kami sudah terkonek dengan Kabupaten Blitar. Jadi, para wisatawan paginya bisa ke tempat wisata alam di Kabupaten Blitar, lalu malamnya menginap di Kota Blitar sekaligus bisa ziarah ke Makam Bung Karno," imbuhnya.

Dengan pola tersebut, Pemkot Blitar berharap wisatawan tidak sekadar singgah, tetapi tinggal lebih lama dan ikut menggerakkan usaha masyarakat melalui sektor penginapan, kuliner, perdagangan, dan jasa wisata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....