FGD bersama Elemen Masyarakat, Polres Malang Soroti Polarisasi di Ruang Digital

  • 15 Agt 2026 07:25 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Polres Malang bersama berbagai unsur masyarakat membahas tantangan menjaga persatuan di tengah polarisasi dan cepatnya penyebaran informasi di ruang digital melalui Focus Group Discussion (FGD) Dialog Kebangsaan di Kecamatan Kepanjen.

Kegiatan bertema "Merawat Bhinneka Tunggal Ika Memperkuat Persatuan Bangsa di Tengah Polarisasi dan Ruang Digital" tersebut diikuti unsur kepolisian, Bakesbangpol Kabupaten Malang, tokoh agama, organisasi kepemudaan, mahasiswa, organisasi masyarakat, dan komunitas pengemudi.

Kapolres Malang AKBP Rulian Syauri mengatakan perkembangan media sosial perlu diimbangi dengan kemampuan masyarakat dalam memilah informasi. Menurutnya, ruang digital dapat memberikan manfaat apabila digunakan untuk bertukar informasi, memperluas wawasan, dan membangun komunikasi.

"Kita perlu saling berkolaborasi dalam menjaga ruang digital agar menjadi ruang yang sehat, tempat kita berbagi informasi, bertukar pikiran dan membangun komunikasi yang positif," kata Rulian, Sabtu (15/8/2026).

Ia menekankan pentingnya literasi digital agar masyarakat mampu membedakan informasi yang benar, bermanfaat, dan dapat dipertanggungjawabkan. Menurutnya, perbedaan pandangan di ruang digital tidak seharusnya berkembang menjadi konflik yang mengganggu persatuan masyarakat.

"Mari kita senantiasa menjunjung tinggi perbedaan dan toleransi. Kebersamaan harus terus kita rawat dengan mempersatukan visi dan misi untuk mewujudkan Kabupaten Malang yang maju, aman, dan kondusif," ujarnya.

"Kami ingin seluruh elemen masyarakat duduk bersama, saling berbagi informasi dan membangun sinergi untuk ruang digital yang lebih sehat. Dengan kolaborasi, kita bisa bersama-sama menjaga Kabupaten Malang tetap aman dan kondusif," pungkas Rulian.

Ketua PC GP Ansor Kabupaten Malang, H. Fatkhurrozi, mengatakan generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga komunikasi di ruang digital. Menurutnya, pemuda dapat menjadi penghubung antarkelompok sekaligus menyampaikan gagasan yang konstruktif melalui media sosial.

"Perbedaan bukan alat untuk saling menghapus, melainkan sebagai alat pemersatu bangsa," kata Fatkhurrozi.

Sementara itu, Kepala Bakesbangpol Kabupaten Malang, Agus Widodo, mengatakan perkembangan teknologi dan media sosial turut memengaruhi pola pikir dan pandangan generasi muda. Karena itu, pemahaman mengenai kebhinekaan dan penggunaan media sosial secara bertanggung jawab perlu terus diperkuat.

Dalam diskusi tersebut, peserta juga membahas penegakan hukum tanpa membedakan status serta konsep keadilan restoratif yang menempatkan pemulihan korban sebagai salah satu bagian dalam penyelesaian perkara.

Melalui FGD tersebut, Polres Malang berharap komunikasi antara kepolisian, pemerintah, dan berbagai elemen masyarakat dapat terus diperkuat, terutama dalam menghadapi penyebaran informasi dan potensi polarisasi di ruang digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....