Bromo Ditutup, Alternatif Wisata ke Seruni Point dan Destinasi Viral di Probolingo
- 12 Agt 2026 17:48 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang – Penutupan sementara kawasan wisata Gunung Bromo akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membuat pelaku usaha tour and travel di Probolinggo mencari alternatif destinasi agar wisatawan tetap dapat menikmati perjalanan.
Sejumlah wisatawan yang sebelumnya telah melakukan pemesanan memilih mengalihkan tujuan wisata. Salah satu destinasi yang ditawarkan adalah Seruni Point yang masih dapat dikunjungi.
“Yang seharusnya ke Penanjakan, kawasan bawah, Lautan Pasir dan Planet Bromo, akhirnya saya kasih opsi ke Seruni Point. Itu salah satu poin untuk melihat matahari terbit yang sampai saat ini masih dibuka,” ujar Choirul Umam Masduki, pengusaha tour and travel jeep @BromoDay, dalam program Halo RRI, Rabu, 12 Agustus 2026.
| Baca juga: Bromo Tutup Total, Lima Pintu Masuk Ditutup |
Selain Seruni Point, pelaku usaha juga menawarkan sejumlah destinasi alternatif di sepanjang jalur wisata Probolinggo. Wisatawan dapat menikmati Jembatan Kaca Seruni Point serta berbagai kafe yang menawarkan pemandangan dan menjadi tujuan populer di kalangan wisatawan.
Umam menyebut strategi tersebut menjadi salah satu cara agar wisatawan yang sudah datang ke wilayah Probolinggo tetap dapat menikmati perjalanan tanpa memasuki kawasan Bromo yang sedang ditutup karena karhutla.
“Selain Seruni Point, saya kasih opsi juga ke Jembatan Kaca Seruni Point, kemudian di sepanjang jalur Bromo sudah banyak kafe yang Instagramable dan kekinian. Jadi kita menyampaikan, setelah jembatan kaca ada tempat yang bisa untuk foto-foto, ngopi dan menikmati suasana,” katanya.
Menurut Umam, respons wisatawan terhadap destinasi alternatif cukup beragam. Sebagian wisatawan bersedia mengubah tujuan perjalanan, sedangkan wisatawan lainnya memilih menjadwalkan ulang kunjungan ke Bromo.
Seruni Point juga dinilai tetap menawarkan daya tarik berupa panorama Gunung Bromo dan Gunung Batok dari ketinggian. Kondisi asap dari lokasi kebakaran yang berada di kawasan lain disebut tidak terlalu mengganggu pemandangan dari sejumlah titik alternatif tersebut.
“Kalau dari Seruni Point, view-nya lebih ke Bromo dan Gunung Batok dari ketinggian. Untuk asap-asap yang kemarin itu memang di kawasan lain, jadi masih agak jauh dari tempat kita,” tutur Umam.
Pengalihan destinasi ini sekaligus menjadi strategi pelaku usaha untuk menjaga aktivitas ekonomi pariwisata di Probolinggo selama kawasan utama Bromo masih ditutup. Pelaku wisata berharap wisatawan tetap memiliki pilihan berwisata dengan tetap mematuhi pembatasan kawasan yang diberlakukan demi keselamatan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....