Karhutla Bromo Meluas ke Penanjakan, Luas Terdampak Capai 520 Hektare
- 10 Agt 2026 13:49 WIB
- Malang
RRI. CO. ID, Probolinggo: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Kaldera Bromo, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), terus meluas. Hingga Minggu (9/8/2026), luas kawasan yang terdampak kebakaran mencapai sekitar 520 hektare.
Perkembangan terbaru, titik api juga terpantau di kawasan Penanjakan dan Dingklik, Kabupaten Pasuruan. Kondisi ini membuat operasi pemadaman diperkuat melalui jalur darat dan udara.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni yang meninjau langsung penanganan karhutla di kawasan TNBTS, Minggu (9/8), mengatakan pemerintah pusat memberikan perhatian serius terhadap kejadian tersebut.
Penanganan dilakukan secara lintas sektor dengan melibatkan pemerintah daerah, TNI, Polri, BNPB, BMKG, TNBTS, Manggala Agni, pemadam kebakaran, serta masyarakat.
"Secara nasional, Pak Presiden Prabowo Subianto sudah memberikan arahan yang sangat jelas. Kami dikumpulkan pada tanggal 28 Juli, semua kumpul. Berbagai kementerian, termasuk Panglima TNI, Kapolri, semua Kepala Staf, BMKG, BNPB," kata Raja Juli.
Ia menyebut kondisi kemarau yang diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus meningkatkan risiko terjadinya karhutla di sejumlah wilayah. Karena itu, masyarakat diminta ikut berperan mencegah munculnya kebakaran.
Raja Juli mengingatkan masyarakat tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, termasuk membuang puntung rokok sembarangan maupun membuka lahan dengan cara membakar.
"Jangan ada lagi yang bermain api, ini secara literal ya, bermain api, apakah itu puntung rokok, atau yang lebih nakal lagi land clearing, terutama di luar Jawa," tegasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....