BMKG Ungkap Penyebab Tingginya Gempa di Jatim

  • 08 Agt 2026 12:26 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Tingginya aktivitas gempa bumi di Jawa Timur dan sekitarnya dalam sepekan terakhir dipengaruhi oleh aktivitas tektonik yang masih aktif di kawasan selatan Pulau Jawa.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas III Malang, Ricko Kardoso, menjelaskan bahwa gempa-gempa yang terjadi berasal dari dua sumber utama, yakni pertemuan lempeng Indo-Australia dan Eurasia serta aktivitas sejumlah patahan lokal.

"Kejadian gempa bumi disebabkan oleh aktivitas pertemuan lempeng tektonik IndoAustralia dengan lempeng Eurasia serta aktivitas patahan lokal," ujar Ricko, Sabtu (8/8/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut menjadikan Jawa Timur sebagai salah satu wilayah yang memiliki aktivitas kegempaan cukup tinggi. Oleh karena itu, masyarakat perlu memahami bahwa gempa bumi merupakan fenomena alam yang umum terjadi di kawasan tersebut.

Meski selama periode 31 Juli hingga 6 Agustus 2026 tidak ada gempa yang dirasakan masyarakat, BMKG tetap mengimbau warga untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.

Masyarakat diminta tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi dan selalu mengacu pada informasi resmi BMKG terkait aktivitas kegempaan.

Selain itu, warga diimbau memahami langkah mitigasi dasar, seperti mengenali jalur evakuasi, menyiapkan tas siaga bencana, serta memastikan bangunan tempat tinggal memenuhi standar keselamatan terhadap gempa bumi.

BMKG menegaskan pemantauan aktivitas gempa terus dilakukan secara berkala guna memberikan informasi yang cepat dan akurat kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya pengurangan risiko bencana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....