PMK3I Tetapkan Kuliner sebagai Unggulan Kota Batu
- 06 Agt 2026 11:05 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Batu - Perwakilan Tim Program Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I), Kirno, menjelaskan bahwa Kota Batu telah menetapkan subsektor kuliner sebagai sektor unggulan daerah. Keputusan tersebut diambil setelah tim melakukan serangkaian verifikasi lapangan dan forum diskusi kelompok terarah atau focus group discussion (FGD).
Kirno mengatakan bahwa PMK3I merupakan program yang diselenggarakan oleh Kementerian Ekonomi Kreatif untuk memberikan kesempatan kepada daerah menilai potensi ekonomi kreatifnya secara mandiri. Melalui mekanisme tersebut, setiap daerah dapat menentukan subsektor yang paling sesuai dengan karakteristik dan keunggulan wilayahnya.
"Program PMK3I ini merupakan sebuah program dari Kementerian Ekonomi Kreatif yang memberikan peluang kepada kabupaten dan kota di Indonesia untuk menilai secara mandiri subsektor ekonomi kreatif yang menjadi unggulan daerah," ujarnya, Kamis (6/8/2026).
Ia menjelaskan bahwa tim PMK3I berada di Kota Batu selama tiga hari untuk melaksanakan berbagai tahapan penilaian. Pada hari pertama dan kedua, tim melakukan verifikasi lapangan terhadap sejumlah subsektor ekonomi kreatif yang berkembang di daerah tersebut.
Selanjutnya, tim melaksanakan FGD pada hari ketiga untuk menentukan subsektor unggulan yang akan diusulkan oleh Pemerintah Kota Batu. Dari hasil pembahasan tersebut, subsektor kuliner ditetapkan sebagai sektor yang dinilai paling mewakili potensi daerah.
"Pada kesempatan FGD tersebut disepakati bahwa Kota Batu menetapkan subsektor kuliner sebagai subsektor unggulan daerah," ungkap Kirno.
Menurut Kirno, program PMK3I menerapkan pendekatan "bottom up" atau dari bawah ke atas dalam proses penilaiannya. Dengan pendekatan tersebut, pemerintah daerah memiliki keleluasaan untuk menentukan sektor unggulan berdasarkan kondisi ekosistem yang telah terbentuk.
Ia menambahkan bahwa peran tim penilai tidak hanya sebatas menerima usulan dari daerah. Tim juga bertugas memastikan bahwa subsektor yang diajukan benar-benar memberikan dampak terhadap pembangunan daerah dan mendukung sektor lainnya.
"Keberadaan kami sebagai tim penilai adalah untuk melakukan verifikasi di lapangan, apakah subsektor yang diajukan benar-benar memberikan dampak terhadap pembangunan daerah dan berkontribusi kepada subsektor lainnya," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....