Karhutla Bromo Ancam Habitat Satwa Liar, Satu Titik Api Masih Dipantau
- 05 Agt 2026 18:57 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Probolinggo – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan tidak hanya menghanguskan puluhan hektare vegetasi, tetapi juga mengancam habitat berbagai satwa liar yang hidup di kawasan konservasi tersebut.
Berdasarkan data sementara, luas area yang terbakar mencapai sekitar 51 hektare yang tersebar di wilayah Kabupaten Lumajang, Kabupaten Malang, dan Kabupaten Probolinggo.
Selain ilalang dan rumput kering, sejumlah pepohonan juga ikut dilalap api.
Relawan asal Desa Ranupani, Subur, yang terlibat langsung dalam upaya pemadaman mengatakan kobaran api pertama kali terlihat di atas bukit yang sulit dijangkau petugas sebelum akhirnya merambat ke area yang lebih rendah.
"Untuk penyebab kebakaran ini kurang tahu. Namun dugaan sementara karena saat ini musim kemarau, terjadi gesekan yang kemudian memunculkan api," ujarnya, Rabu (5/8/2026).
Menurut Subur, dampak kebakaran tidak hanya merusak vegetasi, tetapi juga mengancam kelangsungan hidup satwa liar, terutama berbagai jenis burung yang menjadikan padang savana dan pepohonan di kawasan Bromo sebagai habitatnya.
Ia menyebutkan beberapa jenis burung seperti burung branjangan, burung jidengan, dan sejumlah spesies lainnya berpotensi kehilangan tempat hidup akibat kebakaran tersebut.
"Kalau burung dewasa saat ada api masih bisa langsung terbang menghindar. Sedangkan burung yang masih kecil atau masih berupa telur kemungkinan tidak bisa selamat. Kasihan yang kecil-kecil," katanya.
Sementara itu, berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Probolinggo, api yang sebelumnya membakar kawasan Blok Bantengan hingga Pusung Jatung di wilayah Kabupaten Probolinggo pada Rabu (5/8/2026) sekitar pukul 15.00 WIB telah berhasil dipadamkan.
Meski demikian, petugas masih memantau satu titik api yang berada di wilayah Desa Sariwani. Karena medan yang terjal dan sulit dijangkau, personel gabungan untuk sementara melakukan pemantauan guna mengantisipasi potensi api kembali meluas ke kawasan konservasi di sekitarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....