Inflasi Kota Malang Juli 2026 Tetap Terkendali, BI Perkuat Sinergi TPID
- 06 Agt 2026 01:35 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang– Inflasi Kota Malang pada Juli 2026 tetap berada dalam rentang sasaran nasional sebesar 2,5±1 persen. Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), Kota Malang mengalami deflasi sebesar 0,20 persen secara bulanan (month to month/mtm), setelah pada Juni 2026 mencatat inflasi 0,43 persen. Sementara secara tahunan (year on year/yoy), inflasi Kota Malang tercatat sebesar 2,83 persen.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang Indra Kusuma Priyadi mengatakan, kondisi tersebut menunjukkan perkembangan harga di Kota Malang masih terkendali meski tekanan inflasi di tingkat provinsi maupun nasional meningkat.
"Inflasi Kota Malang pada Juli 2026 tetap terjaga dalam kisaran sasaran inflasi nasional dan mencerminkan stabilitas harga yang tetap terkendali di tengah meningkatnya tekanan inflasi regional maupun nasional," kata Indra, Rabu (5/8/2026).
Deflasi Juli 2026 terutama dipengaruhi turunnya harga kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Komoditas yang memberikan andil terbesar antara lain bawang merah, telur ayam ras, emas perhiasan, cabai rawit, dan cabai merah. Penurunan harga hortikultura dipicu melimpahnya pasokan selama musim panen, sedangkan harga emas terkoreksi mengikuti penurunan harga emas global.
Meski demikian, laju deflasi tertahan oleh kenaikan harga sejumlah komoditas seperti bensin, beras, biaya pendidikan sekolah dasar, telepon seluler, dan bawang putih. Kenaikan tersebut dipengaruhi faktor base effect, meningkatnya harga gabah, dimulainya tahun ajaran baru, gangguan rantai pasok komponen global, hingga kenaikan biaya impor akibat pelemahan nilai tukar.
Menurut Indra, capaian inflasi yang tetap terkendali tidak lepas dari sinergi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang melalui strategi 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif. Selama Juli, TPID juga memperkuat kerja sama antar daerah dengan Kabupaten Lumajang untuk pasokan cabai serta menyusun Neraca Pangan sebagai program unggulan Kota Malang.
"Ke depan, Bank Indonesia bersama Pemerintah Daerah akan terus memperkuat sinergi kebijakan pengendalian inflasi melalui implementasi Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan Sejahtera (GPIPS) dan optimalisasi strategi 4K agar inflasi tetap berada dalam sasaran nasional serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah," ujar Indra.
Bank Indonesia Malang memastikan koordinasi bersama pemerintah daerah akan terus diperkuat guna menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, sekaligus meningkatkan efektivitas pengendalian inflasi di wilayah kerja Kota Malang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....