BNPB Kerahkan Dua Helikopter Water Bombing untuk Padamkan Kebakaran Bromo
- 05 Agt 2026 12:42 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan dua unit helikopter water bombing untuk membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Rabu 5 Agustus 2026. Bantuan udara diberikan setelah kebakaran meluas hingga sekitar 50 hektare dan sulit dijangkau tim pemadam di darat.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan permohonan bantuan helikopter diajukan karena sebagian titik api berada di lereng yang terjal sehingga menyulitkan proses pemadaman.
"Untuk sementara, kita dukung dua unit helikopter water bombing, paling lambat besok, Kamis 6 Agustus 2026," ujarnya di Kota Malang,
Menurut Suharyanto, tim gabungan telah berupaya memadamkan api dari darat. Namun, kondisi medan membuat penanganan belum optimal sehingga operasi udara dinilai menjadi pilihan paling efektif.
Ia dijadwalkan meninjau langsung lokasi kebakaran untuk mengevaluasi kebutuhan di lapangan, termasuk kemungkinan penambahan armada apabila dua helikopter dinilai belum mencukupi. BNPB juga berkaca pada operasi serupa yang berhasil membantu penanganan kebakaran Gunung Bromo pada 2023.
Berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Malang per Rabu (5/8/2026), kebakaran mulai terpantau sejak Senin (3/8/2026) di kawasan Kaldera Bromo, tepatnya Bukit Jantur atau Bantengan di wilayah Kabupaten Probolinggo. Hingga kini api telah meluas sekitar 50 hektare dan merembet ke arah perbatasan Kabupaten Malang dan Lumajang dengan jarak sekitar 800 meter dari wilayah Kabupaten Malang.
Di darat, pemadaman dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri atas TNBTS, BPBD Jawa Timur, BPBD Kabupaten Malang, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Lumajang, Forkopimda, Masyarakat Peduli Api Desa Ngadas, serta relawan. Mereka membuat sekat bakar dan melakukan penyemprotan menggunakan armada pemadam serta mobil tangki air.
Sementara itu, pengelola TNBTS menutup sementara akses wisata Bromo melalui Pos Jemplang di Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo. Penutupan dilakukan untuk menjaga keselamatan pengunjung sekaligus mendukung kelancaran operasi pemadaman kebakaran.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....