Tim Gabungan Perkuat Upaya Pemadaman Karhutla di Bukit Jantur

  • 04 Agt 2026 21:19 WIB
  •  Malang
RRI. CO. ID, Malang – Kebakaran hutan di kawasan Bantengan atau Bukit Jantur, wilayah administratif Kabupaten Probolinggo, yang berada di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), semakin meluas. Hingga Selasa 4 Agustus 2026, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 10 hektare.
Kebakaran pertama kali terpantau pada Senin 3 Agustus 2026 di kawasan kaldera Bromo, tepatnya di sekitar Bukit Jantur atau Bantengan. Vegetasi yang terbakar meliputi cemara gunung, mentigen, akasia, serta semak belukar.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang bersama tim gabungan melakukan penanganan kebakaran, meski lokasi titik api berada di kawasan hutan dengan medan yang cukup sulit dijangkau.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawana menjelaskan, perkembangan kebakaran perlu mendapat perhatian karena jaraknya kini sekitar 500 meter dari wilayah administratif Kabupaten Malang jika diukur berdasarkan jarak tempuh jalan darat.
"Wilayah terdampak kebakaran hutan di Bantenga atau Bukit Jantur saat ini semakin meluas dengan jarak dari wilayah administrasi Kabupaten Malang sekitar 500 meter," kata Sadono Irawan, Selasa (4/8/2026).
Menurutnya, pemadaman dilakukan secara darat dengan pembuatan sekat bakar dan penyemprotan menggunakan mobil pemadam milik TNBTS. Namun, medan yang berada di lereng dan sulit dijangkau menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman.
"Titik lokasi berada di kawasan hutan pada lereng yang sulit dijangkau oleh petugas pemadaman darat," jelasnya.
Sementara kondisi cuaca di kawasan Bromo pada Selasa terpantau cerah berawan dengan kecepatan angin sedang yang bergerak ke arah barat. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang terus dipantau oleh tim di lapangan.
Untuk memperkuat penanganan, kebutuhan mendesak saat ini adalah tambahan unit mobil tangki air. BPBD Provinsi Jawa Timur akan mengirimkan satu unit mobil tangki air, dengan rencana pengambilan sumber air di kawasan Ranupane.
Sementara itu, untuk mengantisipasi risiko kebakaran meluas dan menjaga keselamatan wisatawan, pihak TNBTS melakukan penutupan sementara pintu masuk kawasan wisata Bromo dari Pos Jemplang, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang.
Penanganan kebakaran melibatkan berbagai unsur, antara lain BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Kabupaten Malang, BPBD Kabupaten Probolinggo, TNBTS, Kodim Probolinggo, Polres Probolinggo, Muspika Poncokusumo, perangkat Desa Ngadas, Masyarakat Peduli Api (MPA), relawan, serta unsur pendukung lainnya.
Tim gabungan masih melakukan pemantauan dan pemadaman untuk mencegah api semakin meluas, khususnya menuju wilayah yang berbatasan dengan Kabupaten Malang.
BPBD Kabupaten Malang mengimbau masyarakat maupun wisatawan untuk mematuhi arahan petugas dan tidak memasuki kawasan yang ditutup sementara selama proses penanganan kebakaran berlangsung.
google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....