Dari Blitar, Pramuka Perkuat Semangat Persatuan Warisan Bung Karno

  • 04 Agt 2026 17:47 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Blitar - Blitar kembali menjadi titik pengingat pentingnya merawat sejarah perjuangan bangsa. Dari Istana Gebang dan Makam Bung Karno, Gerakan Pramuka mengajak generasi muda menjadikan sejarah sebagai pijakan untuk memperkuat persatuan Indonesia.

Ajakan tersebut disampaikan Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka Kak Budi Waseso, saat mengunjungi Istana Gebang dan Makam Bung Karno bersama jajaran Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur, Selasa (4/8/2026).

Menurut Kak Budi Waseso, Gerakan Pramuka memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan nilai-nilai perjuangan para pendiri bangsa tetap hidup di tengah perkembangan zaman. Kemajuan teknologi dan derasnya arus informasi, kata dia, justru harus dimanfaatkan sebagai sarana memperkenalkan sejarah kepada generasi muda.

"Pramuka harus mengambil bagian dalam menjaga sejarah. Istana Gebang dan Makam Bung Karno merupakan salah satu tempat yang menyimpan perjalanan Sang Proklamator, sehingga harus terus dikenalkan kepada generasi penerus," ujarnya, Selasa (4/8/2026).

Ia menegaskan, pelestarian sejarah tidak berhenti pada upaya menjaga bangunan bersejarah. Yang lebih penting adalah menanamkan makna perjuangan, semangat kebangsaan, serta nilai persatuan yang diwariskan para pendiri bangsa.

"Generasi muda jangan hanya mengenal tempatnya, tetapi juga memahami perjuangan yang melahirkan Indonesia. Dari situlah karakter dan rasa cinta tanah air dibangun," katanya.

Kak Budi Waseso menilai semangat persatuan yang ditunjukkan Bung Karno dan para tokoh bangsa menjadi pelajaran yang tetap relevan hingga saat ini. Karena itu, Pramuka diharapkan mampu menjadi wadah pembentukan karakter sekaligus perekat persatuan di tengah keberagaman.

Sementara itu, Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Timur, Kak Arum Sabil mengatakan Istana Gebang menyimpan jejak penting perjalanan Bung Karno sebelum menjadi Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia.

Menurutnya, rumah tersebut bukan sekadar bangunan bersejarah, tetapi menjadi simbol lahirnya gagasan, semangat, dan cita-cita perjuangan yang harus terus diwariskan kepada generasi muda.

"Semangat perjuangan yang tumbuh dari tempat ini harus terus hidup. Pramuka memiliki peran untuk meneruskan nilai-nilai itu kepada generasi penerus bangsa," ujarnya.

Kak Arum menjelaskan, Istana Gebang dibangun pada 1884 dan kemudian dibeli orang tua Bung Karno pada 1917. Sejak saat itu, rumah tersebut menjadi salah satu saksi perjalanan masa muda Bung Karno yang kini menjadi bagian penting dari sejarah nasional.

Melalui kunjungan tersebut, Kwarnas dan Kwarda Jawa Timur menegaskan bahwa Gerakan Pramuka tidak hanya membentuk generasi yang disiplin dan berkarakter, tetapi juga memiliki tanggung jawab menjaga memori kolektif bangsa agar semangat perjuangan dan persatuan tetap hidup dari generasi ke generasi.

"Dengan kehadiran Ketua Kwarnas di sini, kita semakin meneguhkan bahwa Gerakan Pramuka memiliki hubungan yang erat dengan sejarah bangsa Indonesia. Pramuka harus mampu menjadi bagian dari upaya merawat sejarah sekaligus menanamkan nilai-nilai perjuangan kepada generasi penerus," imbuhnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....