Kota Batu Perkuat Ekosistem Ekonomi Kreatif Melalui PMK3I

  • 04 Agt 2026 16:03 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Batu - Pemerintah Kota Batu melaksanakan Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I) sebagai bagian dari proses verifikasi dan penguatan ekosistem ekonomi kreatif daerah. Kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah strategis untuk mendukung penilaian dan penetapan Kota Batu sebagai salah satu kota kreatif di Indonesia.

Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Sekretariat Daerah Kota Batu, Dra. Emilyati, M.Si., mengatakan bahwa Kota Batu memiliki potensi ekonomi kreatif yang sangat kuat. Potensi tersebut bertumpu pada sektor pertanian, pariwisata, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta kreativitas masyarakat, termasuk generasi muda.

Menurut Emilyati, hasil pertanian di Kota Batu tidak hanya dipasarkan dalam bentuk bahan mentah, tetapi juga dikembangkan menjadi berbagai produk bernilai tambah. Produk tersebut meliputi kuliner, kriya, desain kemasan, karya seni, konten kreatif, hingga pengalaman wisata yang menarik.

"Potensi tersebut menjadi pondasi penting dalam mewujudkan Kota Batu sebagai kota gastronomi berbasis pertanian dan ekonomi kreatif," ujar Emilyati, Selasa (4/8/2026). Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan uji petik menjadi bagian penting dalam menilai kesiapan ekosistem ekonomi kreatif di daerah tersebut.

Emilyati menuturkan bahwa kegiatan PMK3I bertujuan memberikan gambaran secara langsung, objektif, dan menyeluruh mengenai kondisi serta perkembangan ekonomi kreatif di Kota Batu. Penilaian tersebut juga menjadi sarana untuk memetakan berbagai potensi yang telah berkembang di tengah masyarakat.

Selain itu, kegiatan ini dilakukan untuk memverifikasi potensi pelaku usaha, produk, rantai pasok, serta kelembagaan ekonomi kreatif di Kota Batu. Proses verifikasi tersebut melibatkan berbagai unsur yang memiliki keterkaitan dengan subsektor ekonomi kreatif.

"Kami juga mengidentifikasi keterkaitan antara sektor pertanian, gastronomi, pariwisata, UMKM, seni, media, kriya, dan subsektor ekonomi kreatif lainnya," kata Emilyati. Menurutnya, keterhubungan antarsektor menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan.

Pemerintah Kota Batu juga memanfaatkan momentum tersebut untuk memperoleh masukan dari tim penilai nasional. Masukan itu diharapkan dapat memperkuat subsektor unggulan yang selama ini menjadi ciri khas daerah.

Tidak hanya itu, kegiatan PMK3I juga menjadi forum untuk menyepakati subsektor unggulan berdasarkan hasil verifikasi yang telah dilakukan. Kesepakatan tersebut diharapkan mampu menjadi dasar dalam menyusun arah pengembangan ekonomi kreatif di Kota Batu.

Pada akhir kegiatan, seluruh pihak yang terlibat merumuskan berbagai rekomendasi dan komitmen bersama guna mendukung pengembangan ekonomi kreatif di Kota Batu secara berkelanjutan. Rangkaian kegiatan tersebut sekaligus menegaskan posisi sektor ekonomi kreatif sebagai salah satu penggerak utama pembangunan daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....