Harga Emas dan Bahan Pangan Turun, Kota Malang Deflasi 0,20 Persen
- 03 Agt 2026 14:36 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang – Kota Malang mengalami deflasi sebesar 0,20 persen secara bulanan (month-to-month/mtm) pada Juli 2026. Penurunan harga sejumlah komoditas pangan, seperti bawang merah dan cabai, serta melemahnya harga emas perhiasan menjadi faktor utama yang mendorong terjadinya deflasi.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, Umar Sjaifuddin menjelaskan bahwa deflasi dipicu oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang memberikan andil sebesar minus 0,31 persen terhadap inflasi umum.
"Pada Juli 2026, tren penurunan harga emas dunia dibandingkan bulan sebelumnya turut berdampak pada harga emas perhiasan. Selain itu, pasokan komoditas hortikultura seperti bawang merah, cabai rawit, dan cabai merah kembali mencukupi sehingga harga di pasar mengalami penurunan," katanya dalam rilis resmi inflasi, Senin (3/8/2026).
Menurut Umar, meski terjadi deflasi, laju penurunan harga sebenarnya tertahan oleh kenaikan biaya pendidikan pada awal tahun ajaran baru.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, Umar Sjaifuddin menjelaskan bahwa deflasi dipicu oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang memberikan andil sebesar minus 0,31 persen terhadap inflasi umum.
"Pada Juli 2026, tren penurunan harga emas dunia dibandingkan bulan sebelumnya turut berdampak pada harga emas perhiasan. Selain itu, pasokan komoditas hortikultura seperti bawang merah, cabai rawit, dan cabai merah kembali mencukupi sehingga harga di pasar mengalami penurunan," katanya dalam rilis resmi inflasi, Senin (3/8/2026).
Menurut Umar, meski terjadi deflasi, laju penurunan harga sebenarnya tertahan oleh kenaikan biaya pendidikan pada awal tahun ajaran baru.
“Salah satunya berasal dari kenaikan uang sekolah di tingkat sekolah dasar,” ujar Umar.
Selain mencatat deflasi bulanan, Kota Malang juga membukukan inflasi tahun kalender (year-to-date/ytd) sebesar 1,46 persen. Inflasi tersebut terutama dipengaruhi kelompok transportasi yang memberikan andil sebesar 0,46 persen terhadap inflasi umum.
Beberapa komoditas yang menjadi penyumbang inflasi tahun kalender antara lain bensin, beras, minyak goreng, jeruk, telepon seluler, dan emas perhiasan.
Sementara itu, secara tahunan (year-on-year/yoy), inflasi Kota Malang pada Juli 2026 tercatat sebesar 2,83 persen. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi penyumbang terbesar dengan andil 0,79 persen terhadap inflasi umum.
"Komoditas yang masih menjadi penyumbang utama inflasi tahunan antara lain emas perhiasan, bensin, beras, minyak goreng, dan sigaret kretek mesin," kata Umar.
BPS mencatat, meski harga pangan dan emas mengalami penurunan pada Juli, tekanan inflasi tahunan masih dipengaruhi sejumlah komoditas strategis dan biaya jasa.
Beberapa komoditas yang menjadi penyumbang inflasi tahun kalender antara lain bensin, beras, minyak goreng, jeruk, telepon seluler, dan emas perhiasan.
Sementara itu, secara tahunan (year-on-year/yoy), inflasi Kota Malang pada Juli 2026 tercatat sebesar 2,83 persen. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi penyumbang terbesar dengan andil 0,79 persen terhadap inflasi umum.
"Komoditas yang masih menjadi penyumbang utama inflasi tahunan antara lain emas perhiasan, bensin, beras, minyak goreng, dan sigaret kretek mesin," kata Umar.
BPS mencatat, meski harga pangan dan emas mengalami penurunan pada Juli, tekanan inflasi tahunan masih dipengaruhi sejumlah komoditas strategis dan biaya jasa.
“Kondisi tersebut menunjukkan pasokan pangan yang membaik mampu menekan harga dalam jangka pendek, namun pengendalian inflasi tetap perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk menjaga stabilitas daya beli masyarakat,” tuturnya.
Secara regional seluruh 11 kabupaten/kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Jawa Timur pada Juli 2026 juga mengalami deflasi. Deflasi terdalam terjadi di Kabupaten Sumenep sebesar 0,57 persen, sedangkan yang terendah terjadi di Kota Madiun sebesar 0,12 persen.
Secara regional seluruh 11 kabupaten/kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Jawa Timur pada Juli 2026 juga mengalami deflasi. Deflasi terdalam terjadi di Kabupaten Sumenep sebesar 0,57 persen, sedangkan yang terendah terjadi di Kota Madiun sebesar 0,12 persen.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....