Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan Sidak SPPG Sumbergedang Pandaan
- 31 Jul 2026 13:20 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Pasuruan - Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pandaan, Jumat (31/7/2026).
Sidak tersebut dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan, Andri Wahyudi bersama tiga anggota dewan lainnya dari komisi bidang pendidikan dan kesehatan.
Selama sidak, para wakil rakyat ini berkeliling ke semua ruangan SPPG, termasuk melihat bagaimana pengaturan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), sertifikasi chef hingga over load kouta Makan Gizi Gratis (MBG) yang diterima dapur SPPG Pandaan.
Hasilnya, para politisi ini menemukan beberapa persoalan paling krusial yang harus segera dicarikan jalan keluar.
Menurut Andri, seluruh pegawai dapur SPPG wajib mengutamakan kualitas makanan. Kejadian dugaan keracunan yang dialami belasan pelajar di SMN 1 Pandaan beberapa waktu lalu, langsung membuat wali murid was-was.
"Bahkan, anak saya sendiri minta dikirim makanan dari rumah," singkatnya.
Hal sama juga ditegaskan Sekretaris Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan, Najib Setiawan. Kata dia, aspek kelayakan harus dipenuhi secara mutlak oleh semua dapur SPPG. Mengingat program nasional ini didanai oleh uang negara melalui APBN serta menjadi program unggulan Presiden Prabowo Subianto.
"Kualitas makanan harus benar-benar diperhatikan koki atau chef," ujar Najib.
Anggota Fraksi PKS menyebut, peristiwa kemarin membuat masyarakat resah. Sehingga SPPG harus bisa terus melakukan perbaikan, di setiap harinya.
"Dari temuan ini kami minta pengelola atau mitra MBG segera melakukan perbaikan. Agar kejadian serupa tidak terulang lagi," tegasnya.
Di tempat yang sama, Nur Kholis selaku Kepala Dapur SPPG menegaskan hasil lab sudah turun dan diberikan Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan.
"Hasil lab sudah turun dan dinyatakan negatif," tukasnya.
Dijelaskan Kholis, belasan pelajar yang mengalami muntah-muntah dan gatal usai konsumsi MBG beberapa hari lalu disebabkan karena mempunyai riwayat alergi makanan dan psikosomatis.
"Infomasi itu kami terima dari guru SMAN1 Pandaan," sebutnya.
Sebagai bentuk tanggung jawab, SPPG Pandaan memberikan bingkisan kepada 16 pelajar yang mengalami dugaan keracunan MBG. Selain itu, pasca kejadian itu, dapur SPPG berhenti sementara sambil menunggu petunjuk dari Badan Gizi Nasiolan (MBG).
"Untuk sementara kita berhenti beroperasi menyuplai MBG ke penerima manfaat. Sambil menunggu petunjuk BGN," tandasnya.
Diketahui, Dapur SPPG ini, jelas Kholis mendapat jatah kouta per hari 3800. Yang 1700 diberikan dapur SPPG yang ada di kawasan Desa Durensewu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....