KKN Berdampak Waskita Dharma Perkuat Desa Digital

  • 29 Jul 2026 22:17 WIB
  •  Malang
RRI.CO.ID, Malang - Universitas Waskita Dharma menerjunkan 138 mahasiswa dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Berdampak 2026.
Program tersebut mengusung tema "Smart Governance dan Pemberdayaan Ekonomi Kreatif Berbasis Digital" untuk mendorong penguatan tata kelola pemerintahan desa dan pengembangan ekonomi kreatif berbasis teknologi.
Mahasiswa peserta KKN disebar ke 15 lokasi di sejumlah daerah. Sebanyak sembilan desa berada di Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, dua desa di Kalimantan, dua desa di Tulungagung, satu desa di Mojokerto, dan satu desa di Karawang, Jawa Barat.
Melalui program tersebut, mahasiswa didorong membantu pemerintah desa mengembangkan konsep smart governance sekaligus memperkuat digitalisasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta potensi ekonomi kreatif masyarakat.
Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPKM) Universitas Waskita Dharma, Retno Wulan, S.E., M.M., menegaskan bahwa KKN Berdampak merupakan bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
"Keberhasilan program kerja KKN sangat ditentukan oleh bagaimana mahasiswa mampu merencanakan dan mengeksekusi program secara terukur di lapangan," ujar Retno Wulan.
Untuk mendukung keberhasilan program, LPPKM menetapkan delapan prinsip yang harus diterapkan seluruh peserta KKN. Prinsip tersebut meliputi perencanaan yang matang, komunikasi yang baik, kerja sama tim, disiplin, kepemimpinan, tanggung jawab, integritas, dan evaluasi berkelanjutan.
Menurut Retno, setiap program kerja harus disusun berdasarkan kebutuhan riil masyarakat. Selain itu, mahasiswa juga dituntut mampu membangun komunikasi dengan perangkat desa dan tokoh masyarakat agar program yang dijalankan dapat diterima dan memberikan manfaat langsung.
Universitas Waskita Dharma berharap KKN Berdampak 2026 tidak hanya menjadi bagian dari proses pembelajaran mahasiswa, tetapi juga mampu meninggalkan dampak jangka panjang bagi masyarakat.
Melalui penguatan tata kelola desa dan digitalisasi ekonomi lokal, program tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi terwujudnya desa yang lebih adaptif, mandiri, dan berdaya saing di era digital. (Dwi)
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....