Menteri PPPA, Arifatul Choiri Fauzi Hadiri Puncak HAN ke 42 di Kabupaten Pasuruan
- 29 Jul 2026 15:35 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Pasuruan - Kabupaten Pasuruan kembali menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan berlevel Provinsi.
Kali ini adalah Puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 tingkat Provinsi Jawa Timur yang digelar di objek wisata Ngopibareng Pintu Langit, Prigen, Kabupaten Pasuruan, Selasa (28/7/2026).
Acara tersebut dihadiri langsung Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi; Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa; Sekda Prov Jatim, hingga Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo yang hadir bersama Ketua TP PKK, Mela Rusdi Sutejo.
Pantauan di lokasi, peringatan berlangsung meriah dengan kehadiran ratusan siswa yang antusias menampilkan berbagai talenta mulai dari seni tari, pembacaan puisi, hingga atraksi Polisi Anak.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri PPPA Arifah Fauzi mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang meluncurkan program layanan Perisai Anak.
Menurutnya, Pemprov Jatim sangat serius dalam komitmennya melindungi setiap hak perempuan dan anak.
“Saya apresiasi Pemprov Jatim yang luar biasa dalam memberikan perlindungan kepada perempuan dan anak, dan ini bukti nyata telah memberikan layanan Perisai Anak yang akan melindungi perempuan dan anak di Jatim,” katanya.
Program tersebut dihadirkan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjamin keamanan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya kelompok rentan. Kehadiran layanan Perisai Anak diharapkan mampu merespons dengan cepat berbagai aduan dan persoalan yang dihadapi anak-anak di Jawa Timur.
Arifah juga menegaskan bahwa persoalan perempuan dan anak tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja tanpa kolaborasi.
“Permasalahan perempuan dan anak harus semua pemangku kepentingan ikut andil dalam penyelesaian permasalahan, tidak bisa berdiri sendiri,” jelasnya.
Karena itu, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari aparat penegak hukum hingga berbagai pihak terkait, untuk bersinergi. Penanganan yang komprehensif dari berbagai sektor dinilai menjadi kunci dalam menyelesaikan persoalan perempuan dan anak secara menyeluruh.
Selain itu, Menteri PPPA berpesan kepada para orang tua agar selalu menjaga anak dari ancaman media sosial dan pergaulan bebas.
“Kita sebagai orang tua wajib mengetahui segala kegiatan anak terutama pada media sosial yang sangat besar pengaruhnya, selain itu pergaulan bebas yang dianggap gaya hidup,” tutupnya.
.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....