Daop 9 Jember Minta Masyarakat Tak Beraktivitas di Rel KAI

  • 28 Jul 2026 15:18 WIB
  •  Malang

RRI. CO. ID, Probolinggo – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 9 Jember mengapresiasi kesigapan petugas dalam mengamankan perjalanan Kereta Api Sangkuriang di Jalur Perlintasan Langsung (JPL) 105 wilayah kerja Dinas Perhubungan pada Minggu (26/7/2026) malam.

Berkat respons cepat petugas yang mensterilkan jalur dari potensi gangguan sekitar pukul 19.46 WIB, perjalanan KA Sangkuriang dapat berlangsung aman, selamat, dan tanpa hambatan sehingga operasional kereta api tetap berjalan lancar.

Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, mengatakan keselamatan perjalanan kereta api merupakan prioritas utama perusahaan. Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari dedikasi petugas di lapangan yang sigap mengantisipasi potensi gangguan.

"Keselamatan perjalanan kereta api merupakan prioritas utama. Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh petugas yang telah menunjukkan dedikasi dan kesigapan dalam mengamankan perjalanan kereta api serta mensterilkan jalur dari berbagai potensi gangguan," ujar Cahyo.

KAI Daop 9 Jember kembali mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di jalur rel karena dapat membahayakan keselamatan diri sendiri maupun perjalanan kereta api.

Larangan tersebut diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian. Pada Pasal 181 disebutkan setiap orang dilarang berada di ruang manfaat jalur kereta api, melakukan aktivitas di atas rel, maupun melakukan tindakan yang dapat membahayakan keselamatan perjalanan kereta api.

Sementara itu, pelanggaran terhadap ketentuan tersebut dapat dikenakan sanksi pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 199 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007, berupa pidana penjara maupun denda paling banyak Rp15 juta.

Sebagai upaya menjaga keamanan jalur, KAI Daop 9 Jember secara rutin menempatkan personel pengamanan jalur di sejumlah wilayah operasional. Masing-masing dua personel ditempatkan di Kabupaten Jember, Banyuwangi, Probolinggo dan Pasuruan, serta Lumajang untuk melaksanakan patroli rutin, memantau kondisi jalur, dan mengantisipasi berbagai potensi gangguan.

Selain patroli darat, pengawasan juga diperkuat melalui patroli udara menggunakan drone yang dilakukan bersama unsur kewilayahan. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pemantauan sehingga setiap potensi gangguan dapat segera ditindaklanjuti.

Cahyo berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat untuk tidak beraktivitas di jalur rel sehingga pelanggaran dapat ditekan dan tidak ada lagi korban akibat tertemper kereta api.

"Kami berharap kesadaran masyarakat terus meningkat sehingga tidak ada lagi aktivitas di jalur kereta api yang berpotensi membahayakan keselamatan. Dengan demikian, pelanggaran dapat ditekan dan tidak ada lagi korban akibat tertemper kereta api. Keselamatan adalah tanggung jawab kita bersama," tegasnya.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

KAI Daop 9 Jember juga mengimbau masyarakat agar tidak berjalan kaki, duduk, bermain, berfoto, maupun menggunakan jalur rel sebagai akses penyeberangan selain di tempat yang telah ditentukan demi menjaga keselamatan bersama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....