Paparan Sound Horeg Berisiko Sebabkan Tuli Permanen dan Gangguan Keseimbangan
- 27 Jul 2026 16:09 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Paparan suara berintensitas tinggi dapat menyebabkan kerusakan permanen pada organ pendengaran hingga memicu gangguan keseimbangan tubuh.
Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), dr. Indra Setiawan, Sp.THT, mengingatkan bahaya tersebut dalam program Malang Menyapa, Senin, 27 Juli 2026.
Menurutnya, intensitas suara sound horeg yang berada pada kisaran 120 hingga lebih dari 130 desibel jauh melampaui batas aman bagi telinga manusia.
"Kalau dalam rata-rata pengukuran, sound horeg pasti di atas 130 desibel pada jarak dekat. Pada tingkat itu seseorang hanya diperkenankan terpapar sekitar satu setengah detik saja," ujarnya.
Ia menjelaskan, paparan suara yang terlalu keras dapat merusak sel rambut di dalam koklea atau rumah siput yang berfungsi menghantarkan suara ke otak. Kerusakan pada bagian tersebut dapat menyebabkan gangguan pendengaran permanen.
"Sel-sel rambut di dalam telinga bisa rusak permanen. Kalau sudah rusak, tuli maupun telinga berdenging bisa menetap dan tidak dapat kembali seperti semula," katanya.
Tak hanya mengganggu pendengaran, dr. Indra mengatakan telinga juga berfungsi sebagai organ keseimbangan. Karena itu, paparan kebisingan ekstrem dapat memicu vertigo, mual, muntah hingga kehilangan keseimbangan.
Ia menambahkan, efek getaran dari sound horeg juga tidak hanya dirasakan telinga, tetapi dapat memengaruhi organ tubuh lain seperti jantung, paru-paru hingga sistem pencernaan.
"Efek getarannya tidak hanya mengenai telinga, tetapi juga bisa dirasakan pada jantung, organ pencernaan, dan bagian tubuh lainnya karena seluruh tubuh ikut bergetar," jelasnya.
Menurut dr. Indra, masyarakat kerap mengabaikan gejala awal seperti telinga berdenging setelah menghadiri pertunjukan sound horeg. Padahal kondisi tersebut dapat menjadi tanda awal terjadinya gangguan pendengaran yang membutuhkan penanganan medis.
Ia mengimbau masyarakat untuk lebih membatasi paparan suara berintensitas tinggi demi menjaga kesehatan pendengaran, terutama bagi anak-anak, lansia, dan kelompok rentan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....