Satgas PPKPT UNISMA Periksa Terduga Korban Dugaan Kekerasan Seksual

  • 24 Jul 2026 10:44 WIB
  •  Malang
RRI.CO.ID, Malang - Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) Universitas Islam Malang (UNISMA) mulai menangani laporan dugaan kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan kampus. Penanganan dilakukan melalui pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang diduga menjadi korban sebagai bagian dari proses pendalaman kasus.

Ketua Satgas PPKPT UNISMA, Dwi Mariyono mengatakan, pemeriksaan terhadap dua mahasiswa yang diduga menjadi korban telah dilaksanakan pada Rabu (22/7/2026). Proses pemeriksaan berlangsung sekitar enam jam dengan mengedepankan perlindungan terhadap korban dan kerahasiaan identitas.

"Satgas PPKPT telah melakukan proses berita acara pemeriksaan terhadap dua mahasiswa yang diduga menjadi korban. Pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait akan dilanjutkan secara bertahap," katanya, Jumat (24/7/2026).

Menurut Dwi, seluruh proses penanganan mengacu pada ketentuan dalam Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi. Selain pemeriksaan, korban juga memperoleh pendampingan psikologis dan bantuan hukum selama proses berlangsung.

“Penanganan kasus dilakukan melalui mekanisme yang berlaku di lingkungan perguruan tinggi dengan mengedepankan prinsip keadilan, perlindungan korban, dan asas praduga tak bersalah terhadap seluruh pihak yang terlibat,” ujar Dwi.

Pihak kampus juga menyatakan akan menindaklanjuti hasil pemeriksaan sesuai prosedur yang berlaku apabila ditemukan bukti adanya pelanggaran. Informasi mengenai perkembangan penanganan kasus akan disampaikan melalui saluran resmi universitas.

“Kami juga mengimbau sivitas akademika yang mengalami atau mengetahui dugaan kekerasan seksual untuk memanfaatkan layanan pengaduan yang disediakan Satgas PPKPT agar setiap laporan dapat ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku,” imbaunya.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....