Pembangunan JLKT Bromo Capai 80 Persen, Upaya Jaga Ekosistem Kawasan Bromo
- 23 Jul 2026 10:57 WIB
- Malang
RRI. CO. ID, Probolinggo – Pembangunan Jalur Lingkar Kaldera Tengger (JLKT) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terus menunjukkan progres positif. Hingga saat ini, pembangunan infrastruktur tersebut telah mencapai sekitar 80 persen.
Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I TNBTS, Nurazman, mengatakan progres pekerjaan terus berjalan sesuai tahapan. Ia optimistis pembangunan dapat diselesaikan sesuai target sehingga segera memberikan manfaat bagi pengelolaan kawasan wisata Bromo.
Menurut Nurazman, keberadaan JLKT diharapkan mampu mengurangi kepadatan kendaraan di kawasan Laut Pasir dan titik-titik wisata utama Bromo. Dengan adanya jalur lingkar tersebut, mobilitas wisatawan akan lebih tertata sehingga tekanan terhadap kawasan konservasi dapat diminimalkan.
Selain mendukung kelancaran akses wisata, pembangunan JLKT juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap kelestarian ekosistem Gunung Bromo. Pengaturan arus kendaraan dan aktivitas wisata dinilai dapat membantu menjaga vegetasi, mengurangi gangguan terhadap satwa liar, serta menekan potensi kerusakan lingkungan akibat tingginya aktivitas pengunjung.
Nurazman menambahkan, dalam pengembangan JLKT juga akan dibangun tiga rest area yang menjadi pusat seluruh aktivitas wisata. Nantinya, seluruh kendaraan wisata akan berhenti di rest area tersebut, sementara aktivitas seperti parkir, pusat informasi, fasilitas umum, hingga layanan bagi wisatawan dipusatkan di lokasi tersebut. Penataan ini diharapkan mampu mengurangi aktivitas di kawasan inti konservasi sehingga pengelolaan wisata menjadi lebih tertata dan ramah lingkungan.
Ia berharap, setelah pembangunan JLKT rampung dan tiga rest area mulai beroperasi, pengalaman berwisata di Bromo akan semakin nyaman dan aman. Dengan aktivitas wisata yang terpusat di rest area, arus pengunjung dan kendaraan dapat diatur lebih baik sehingga kemacetan dan kepadatan di kawasan wisata dapat dikurangi.
"Harapannya, wisatawan yang datang ke Bromo akan merasa lebih nyaman dan aman saat berkunjung. Di sisi lain, penataan ini juga menjadi upaya menjaga kelestarian ekosistem kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru agar tetap terpelihara," ujar Nurazman.
JLKT merupakan salah satu proyek strategis untuk meningkatkan kualitas pengelolaan destinasi wisata Bromo yang tetap mengedepankan prinsip konservasi. Dengan keberadaan jalur lingkar dan tiga rest area tersebut, diharapkan pelayanan kepada wisatawan semakin baik sekaligus menjaga kelestarian kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru untuk jangka panjang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....