Gus Lukman Al Falah Al Makky: Jangan Nilai Pesantren Hanya Dari Kasus yang Viral

  • 21 Jul 2026 16:29 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang – Pengasuh Pondok Pesantren Putra Al Falah Al Makky Kabupaten Malang, KH. Luqman Hakim, mengajak masyarakat melihat kehidupan pesantren secara utuh dan tidak hanya menilai dari kasus-kasus yang viral di media sosial. Ia kehidupan di pesantren selama ini lebih banyak diisi proses pendidikan karakter, pembentukan kemandirian, dan penguatan nilai-nilai keagamaan yang jarang terekspos ke publik.

"Orientasi kami adalah membangun ilmu dan ibadah, mencerdaskan anak bangsa, memberikan ilmu yang bermanfaat, serta menanamkan rasa takut kepada Allah. Hal-hal seperti ini memang tidak selalu terpublikasikan," katanya dalam program Malang Menyapa, Senin, 20 Juli 2026.

Menurutnya, pesantren memiliki banyak tradisi yang secara langsung membentuk karakter santri.

Salah satunya adalah pembiasaan hidup mandiri, mulai dari mencuci pakaian sendiri, mengatur kebutuhan sehari-hari, hingga bertanggung jawab terhadap lingkungan sekitar.

Selain itu terdapat budaya khidmah, yakni pengabdian santri di berbagai unit kegiatan pesantren yang sekaligus melatih jiwa kewirausahaan dan tanggung jawab.

Budaya roan atau kerja bakti bersama juga menjadi sarana menanamkan nilai gotong royong dan kepedulian sosial.

"Di pesantren anak-anak belajar mandiri. Mereka mencuci sendiri, bertanggung jawab terhadap lingkungannya, kemudian ada khidmah yang menjadi pendidikan karakter dan melatih jiwa berwirausaha," ujar Luqman.

Ia menambahkan, budaya empati juga tumbuh melalui kehidupan bersama selama 24 jam di lingkungan pesantren.

Santri yang sehat akan membantu teman yang sakit, mulai mengantar ke kamar mandi, mengambilkan makanan, hingga menemani berobat ke fasilitas kesehatan.

"Kalau ada teman yang sakit, yang lain membantu. Ada yang menuntun ke kamar mandi, mengambilkan makan, obat, bahkan mengantar ke puskesmas. Itu budaya empati yang tumbuh setiap hari," ungkapnya.

Menjawab tuntutan masyarakat terhadap tata kelola yang lebih terbuka, Luqman mengatakan Ponpes Al Falah Al Makky juga telah memanfaatkan media sosial sebagai sarana komunikasi dengan orang tua.

Melalui akun resmi pesantren, aktivitas santri sejak pagi hingga malam didokumentasikan sehingga wali santri dapat memantau perkembangan anaknya.

"Kami mengadopsi modernitas selama tidak bertentangan dengan prinsip pesantren. Lewat media sosial kami menginformasikan kegiatan anak-anak dari bangun tidur sampai tidur kembali agar wali santri mengetahui aktivitas mereka," jelas Luqman.

Selain aktif di media sosial, Ponpes Al Falah Al Makky juga rutin menggelar kegiatan sosial di tengah masyarakat, seperti bakti sosial dan program membersihkan musala di berbagai wilayah Kabupaten Malang.

Menurut Luqman, keterbukaan dan keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap pesantren sekaligus menunjukkan bahwa pendidikan karakter tetap menjadi ruh utama kehidupan di lingkungan pondok.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....