DPRD dorong MCC Kota Malang Jadi BLUD

  • 20 Jul 2026 21:26 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Komisi B DPRD Kota Malang mendorong pengelolaan Malang Creative Center (MCC) dialihkan menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Langkah ini dinilai perlu dilakukan agar pengelolaan pusat ekonomi kreatif tersebut dapat berjalan lebih mandiri, profesional, dan tidak terus-menerus membebani APBD.

Ketua Komisi B DPRD Kota Malang, Bayu Rekso menyampaikan bahwa efisiensi anggaran operasional MCC yang terjadi belakangan ini telah berdampak signifikan pada operasional internal, termasuk pemotongan honorarium karyawan.

"Awal-awal kan MCC anggaran kalau tidak salah sekitar Rp7,5 miliar. Di tahun ini drastis cuma Rp3,5 miliar. Cuma buat gaji karyawan, karyawan pun dipotong semua itu, hampir separuh," ujar Bayu, Senin 20 Juli 2026

Menurut Bayu, penurunan operasional tersebut sangat riskan jika dibiarkan dalam jangka panjang, mengingat bangunan MCC yang mulai memasuki usia perawatan rutin dalam beberapa tahun ke depan.

Sebagai bentuk komparasi, Bayu menyinggung keberhasilan pengelolaan Solo Techno Park yang dinilai mirip dengan konsep MCC. Menurutnya, dengan status BLUD, Solo Techno Park yang memiliki operasional hingga Rp24 miliar hanya bergantung sekitar 1 persen pada APBD, sementara selebihnya dikelola secara mandiri hingga mampu menyetor Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Kalau BLUD kan pengelolaannya relatif lebih independen. Nanti kalau ada retribusi di situ, misal ada pihak ketiga nyewa bangunan atau naming rights—seperti stadion-stadion besar—enggak masalah. Minimal operasional MCC itu bisa terpenuhi," tegasnya.

Pengalihan menjadi BLUD juga didorong oleh belum maksimalnya capaian retribusi sejak diberlakukannya Perda Perubahan Perda Nomor 1 Tahun 2025. Sejak diterapkan pada Agustus lalu dengan target Rp100 juta per bulan, retribusi MCC yang terkumpul baru mencapai sekitar Rp300 jutaan.

Sebab utama belum tercapainya target secara maksimal adalah banyaknya kegiatan sosial dan pelaku UMKM yang mengajukan keringanan biaya.

Bayu menegaskan bahwa jika MCC berubah menjadi BLUD, komitmen terhadap pembinaan UMKM dan komunitas kreatif setempat tidak akan hilang.

"Komersial tetap jalan, sosial untuk upgrade teman-teman UMKM bidang kreatif juga tetap jalan. Nanti Diskopindag berperan sebagai koordinator, sementara operasional harian dan manajemen dikelola secara profesional," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....