Sepekan, BMKG Catat 158 Gempa di Jatim Didominasi Gempa Dangkal

  • 10 Jul 2026 14:18 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas III Malang mencatat sebanyak 158 kejadian gempa bumi terjadi di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya selama periode 3 hingga 9 Juli 2026.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas III Malang, Ricko Kardoso, mengatakan aktivitas kegempaan pada periode tersebut masih didominasi gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas tektonik di selatan Pulau Jawa.

"Sebanyak 158 kejadian gempa bumi tercatat selama sepekan terakhir. Gempa terbesar berkekuatan Magnitudo 4,48, sedangkan yang terkecil Magnitudo 1,09," kata Ricko dalam laporan kegempaan mingguan, Jumat (10/7/2026).

Dari total kejadian tersebut, BMKG mencatat 122 gempa dangkal dan 36 gempa berkedalaman menengah. Sementara itu, tidak ditemukan gempa bumi berkedalaman dalam selama periode pengamatan.

Menurut Ricko, aktivitas gempa di Jawa Timur dipengaruhi oleh pertemuan Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia yang terus bergerak aktif. Selain itu, sejumlah patahan lokal di wilayah Jawa Timur juga turut berkontribusi terhadap munculnya aktivitas seismik.

"Secara umum, kejadian gempa bumi di wilayah Jawa Timur masih dipengaruhi aktivitas subduksi atau penunjaman Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia, serta aktivitas sesar atau patahan lokal yang aktif," ujarnya.

BMKG mencatat aktivitas gempa terbanyak terjadi pada 5 Juli 2026 dengan 44 kejadian. Sebaliknya, jumlah gempa paling sedikit terekam pada 3 Juli 2026, yakni 14 kejadian.

Meski aktivitas kegempaan cukup tinggi, seluruh gempa yang terjadi selama periode tersebut tidak menimbulkan dampak yang dirasakan masyarakat.

"Pada periode 3 hingga 9 Juli 2026 tidak terdapat gempa bumi yang dirasakan masyarakat," kata Ricko.

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Masyarakat juga diharapkan selalu mengikuti informasi resmi BMKG terkait perkembangan aktivitas gempa bumi di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya.

Ricko menambahkan, pemantauan aktivitas kegempaan terus dilakukan secara intensif sebagai bagian dari upaya mitigasi dan penyebarluasan informasi kebencanaan kepada masyarakat.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....