Inflasi Kota Malang Tetap Terkendali di tengah Kenaikan Harga BBM

  • 05 Jul 2026 13:34 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang – Inflasi Kota Malang pada Juni 2026 tetap berada dalam rentang sasaran nasional meski menghadapi tekanan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi dan sejumlah komoditas pangan.

Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi tahunan Kota Malang tercatat sebesar 3,16 persen, lebih rendah dibandingkan inflasi Jawa Timur sebesar 3,36 persen maupun nasional 3,34 persen.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang

Indra Kuspriadi menyampaikan kondisi tersebut menunjukkan stabilitas harga di Kota Malang masih terjaga berkat sinergi pengendalian inflasi yang dilakukan bersama pemerintah daerah.

"Inflasi Kota Malang tetap berada dalam rentang sasaran dan relatif lebih rendah dibandingkan inflasi Jawa Timur maupun nasional."kata Indra, Minggu 5 Juli 2026.

Secara bulanan, inflasi terutama dipicu kenaikan harga bensin akibat penyesuaian BBM nonsubsidi, disusul bawang merah, angkutan udara, bawang putih, dan telepon seluler. Sementara itu, tekanan inflasi berhasil diredam oleh turunnya harga daging ayam ras, cabai rawit, udang basah, dan emas perhiasan.

"Sinergi TPID melalui strategi 4K menjadi kunci menjaga stabilitas harga di Kota Malang."ucap dia.

Bank Indonesia Malang bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus memperkuat langkah pengendalian melalui pemantauan harga, koordinasi lintas instansi, serta optimalisasi Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan Sejahtera (GPIPS). Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga pasokan dan harga tetap stabil sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

"Ke depan kami akan terus memperkuat koordinasi agar inflasi tetap terjaga sesuai sasaran nasional."ungkapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....