Psikolog Ingatkan Gerakan Ayah Antar Anak Jangan Berhenti Jadi Seremonial
- 05 Jul 2026 09:35 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang : Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah dinilai menjadi langkah positif untuk meningkatkan keterlibatan ayah dalam pengasuhan. Namun, gerakan tersebut diingatkan agar tidak berhenti sebatas kegiatan simbolis.
Konselor anak dan keluarga Harum Family Center Malang, Abys Wigati, mengatakan esensi utama dari program tersebut bukan sekadar mengantar anak ke sekolah, melainkan membangun hubungan emosional antara ayah dan anak.
Menurutnya, kualitas komunikasi selama perjalanan menuju sekolah jauh lebih penting dibanding aktivitas mengantar itu sendiri.
"Yang paling penting bukan sekadar memindahkan anak dari rumah ke sekolah, tetapi bagaimana ada interaksi, komunikasi, motivasi, dan kedekatan antara ayah dan anak selama perjalanan." katanya, Jumat (3/7/2026).
Ia mengaku khawatir apabila gerakan tersebut hanya menjadi formalitas. Ayah, kata dia, bisa saja merasa telah menjalankan perannya hanya karena mengantar anak ke sekolah, padahal tidak ada komunikasi maupun perhatian yang terjalin.
Abys menilai banyak ayah sebenarnya menyayangi anak-anaknya, namun belum memiliki bekal komunikasi yang baik. Karena itu, edukasi parenting bagi para ayah dinilai sama pentingnya dengan pelaksanaan gerakan tersebut.
"Sering kali ayah mati gaya ketika berbicara dengan anak. Karena itu ayah juga perlu belajar bagaimana membangun komunikasi yang menyenangkan." ujarnya.
Menurutnya, selama ini budaya di masyarakat masih menempatkan pengasuhan sebagai tanggung jawab ibu, sedangkan ayah hanya dipandang sebagai pencari nafkah.
Bahkan dalam banyak keluarga, ibu tanpa sadar kurang memberikan ruang bagi ayah untuk terlibat dalam proses pengasuhan. Padahal, baik ayah maupun ibu memiliki fungsi yang saling melengkapi.
Ibu berperan memberikan rasa aman, kehangatan, dan kasih sayang, sedangkan ayah membantu membangun keberanian, kepemimpinan, ketegasan, serta mental yang kuat.
Abys menjelaskan, kurangnya kedekatan dengan ayah dapat memengaruhi perkembangan psikologis anak, mulai dari rasa percaya diri, pengendalian emosi, hingga pembentukan karakter saat dewasa. Karena itu ia berharap pemerintah terus menghadirkan program pembinaan parenting yang berkelanjutan.
"Gerakan seperti ini jangan hanya seremonial. Harus ada pendampingan agar para ayah semakin percaya diri dan sadar pentingnya terlibat dalam mendidik anak." ungkapnya.
Ia juga mengajak para ibu memberikan kesempatan kepada ayah untuk ikut membangun tumbuh kembang anak.
"Saya yakin semua ayah menyayangi anak-anaknya. Mari kita beri ruang kepada para ayah untuk terlibat dalam proses pengasuhan."
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....