Disperpusip Kota Batu Susun Program Literasi dan Kearsipan 2027
- 03 Jul 2026 10:22 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Batu - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Batu menggelar Rapat Koordinasi Pemetaan Masalah Literasi dan Kearsipan Kota Batu untuk menggali ide program akhir 2026 serta menyusun rencana kerja tahun 2027.
Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah pemangku kepentingan sebagai upaya memperkuat kolaborasi dalam peningkatan literasi dan pengelolaan kearsipan di Kota Batu.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Batu Abdul Rais mengatakan rapat koordinasi ini menjadi wadah komunikasi dengan berbagai stakeholder untuk memetakan persoalan yang masih dihadapi. Menurutnya, masukan dari berbagai pihak akan menjadi bahan penyusunan program yang lebih tepat sasaran.
"Kita mengadakan rapat koordinasi dan komunikasi dengan beberapa stakeholder. Intinya adalah kolaborasi terkait literasi dan kearsipan, sekaligus memetakan persoalan yang ada serta menggali ide program untuk akhir 2026 dan rencana tahun 2027," ujarnya, Jumat (3/7/2026).
Ia menjelaskan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan memiliki tanggung jawab sebagai pengampu dalam meningkatkan budaya literasi masyarakat sekaligus mengelola arsip, baik di lingkungan pemerintahan maupun yang berkaitan dengan masyarakat. Karena itu, sinergi dengan berbagai elemen dinilai penting agar program yang disusun mampu menjawab kebutuhan di lapangan.
"Kami ingin menggali ide-ide dari Bapak dan Ibu, barangkali ada kontribusi atau sumbang saran. Masukan tersebut nantinya akan menjadi bagian dari program Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Batu, baik untuk kegiatan di akhir tahun maupun rencana kerja tahun 2027," katanya.
Selain menyusun program daerah, Dispusip Kota Batu juga menyiapkan agenda yang melibatkan dukungan dari Perpustakaan Nasional. Salah satu rencana yang tengah dipersiapkan adalah penyelenggaraan festival yang menggabungkan kegiatan literasi dan kearsipan dengan melibatkan sejumlah daerah di Jawa Timur.
Dalam kesempatan itu, Abdul Rais mengungkapkan capaian Kota Batu di bidang kearsipan yang berhasil meraih peringkat kedua nasional untuk kategori kabupaten dan kota. "Kota Batu menjadi terbaik kedua di Indonesia dalam pengelolaan dan pengawasan arsip. Peringkat pertama diraih Surabaya, sedangkan peringkat ketiga adalah Yogyakarta," ungkapnya.
Meski mencatat prestasi di bidang kearsipan, Abdul Rais mengakui masih terdapat pekerjaan rumah dalam meningkatkan tingkat literasi masyarakat. Melalui forum koordinasi tersebut, pemerintah berharap lahir berbagai inovasi dan kolaborasi yang dapat memperkuat budaya literasi sekaligus mempertahankan prestasi Kota Batu di bidang kearsipan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....