Kemensos Kebut Pengembangan Pembangunan Sekolah Rakyat

  • 01 Jul 2026 09:20 WIB
  •  Malang
RRI.CO.ID, Malang - Kementerian Sosial (Kemensos) RI terus mempercepat pengembangan program Sekolah Rakyat sebagai salah satu upaya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Hingga pertengahan 2026, pembangunan 93 gedung permanen Sekolah Rakyat telah memasuki tahap akhir dan ditargetkan siap digunakan pada awal tahun ajaran 2026/2027.

Sekretaris Jenderal Kemensos RI, Robben Rico mengatakan, seluruh sekolah tersebut ditargetkan mulai menerima peserta didik pada 14 Juli 2026m di 93 lokasi yang tersebar di berbagai daerah.

"Progres pembangunan 93 Sekolah Rakyat permanen sudah berjalan sangat baik. Insyaallah seluruhnya tuntas sehingga anak-anak bisa mulai belajar pada awal tahun ajaran baru 2026/2027," kata Rico saat menghadiri demo day AI Talent Factory di Universitas Brawijaya, Rabu (30/6/2026).

Pemerintah juga menargetkan pembangunan 200 gedung permanen Sekolah Rakyat hingga tahun depan. Setelah penyelesaian 93 lokasi, tujuh proyek lainnya saat ini memasuki proses lelang ulang, sedangkan pembangunan tahap ketiga sebanyak 100 sekolah dijadwalkan mulai dilelang pada Agustus hingga September 2026.

“Perluasan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memperluas pemerataan layanan pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia,” ujarnya.

Selain pembangunan fisik, Kemensos juga mulai menyiapkan keberlanjutan pendidikan para lulusan Sekolah Rakyat. Pemerintah menggandeng berbagai perguruan tinggi agar siswa memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi melalui program beasiswa.

Universitas Brawijaya (UB) menjadi salah satu perguruan tinggi yang menyatakan komitmennya mendukung program tersebut. UB berencana menyediakan kuota beasiswa bagi lulusan Sekolah Rakyat di setiap fakultas. Dukungan serupa juga datang dari berbagai perguruan tinggi negeri maupun kementerian.

"Hingga saat ini kami sudah memperoleh sekitar 3.600 beasiswa untuk lulusan angkatan pertama Sekolah Rakyat dari sekitar 7.000 siswa tingkat SMA. Beasiswa tersebut berasal dari berbagai perguruan tinggi termasuk Universitas Negeri Surabaya, Kementerian Kesehatan, dan sejumlah institusi lainnya. Kami terus mengupayakan agar seluruh lulusan memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan," tuturnya.

Sementara itu, lulusan yang memilih tidak melanjutkan kuliah akan difasilitasi melalui program pelatihan keterampilan dan sertifikasi kompetensi agar memiliki bekal memasuki dunia kerja.

Di sisi lain, pelaksanaan Sekolah Rakyat juga mulai menunjukkan hasil positif.

“Setelah dua semester berjalan, kami melihat adanya peningkatan kondisi kesehatan peserta didik melalui pemenuhan gizi yang lebih baik, serta perubahan karakter seperti meningkatnya kedisiplinan, berkurangnya ketergantungan terhadap gawai, hingga tumbuhnya kepedulian terhadap orang tua,” ungkapnya.



Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....