Kemensos Siapkan AI untuk Dukung Operasional Sekolah Rakyat
- 01 Jul 2026 08:54 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Kementerian Sosial (Kemensos) menyiapkan pemanfaatan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence) dalam tata kelola Sekolah Rakyat. Teknologi yang dikembangkan melalui program AI Talent Factory di Universitas Brawijaya ini akan diterapkan di Sekolah Rakyat yang mulai beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027 guna membantu proses pembelajaran, penyusunan kurikulum, hingga pengelolaan sekolah.
Sekjen Kementerian Sosial RI, Robben Rico mengatakan, berbagai prototipe aplikasi yang dipresentasikan mahasiswa dalam Demo Day AI Talent Factory menunjukkan bahwa AI memiliki potensi besar untuk mendukung pelaksanaan program prioritas pemerintah di bidang pendidikan.
"Kami melihat terobosan yang luar biasa dari mahasiswa. Ini membuat kami semakin optimistis bahwa sumber daya manusia Indonesia mampu menghasilkan inovasi berbasis kecerdasan buatan yang dapat membantu berbagai program pemerintah, mulai dari perencanaan hingga implementasi di lapangan," kata Rico saat menghadiri Demo Day and Graduation AITF di UB Malang, Selasa (30/6/2026).
Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah aplikasi berbasis AI untuk mendukung proses pembelajaran di Sekolah Rakyat. Sistem tersebut mampu membantu guru menyusun kurikulum, merancang materi ajar, hingga membuat soal pre-test dan post-test secara lebih cepat dan sistematis.
"Teknologi ini akan memudahkan kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan dalam menyiapkan proses belajar mengajar sehingga pembelajaran menjadi lebih efektif," ujarnya.
Sekjen Kementerian Sosial RI, Robben Rico mengatakan, berbagai prototipe aplikasi yang dipresentasikan mahasiswa dalam Demo Day AI Talent Factory menunjukkan bahwa AI memiliki potensi besar untuk mendukung pelaksanaan program prioritas pemerintah di bidang pendidikan.
"Kami melihat terobosan yang luar biasa dari mahasiswa. Ini membuat kami semakin optimistis bahwa sumber daya manusia Indonesia mampu menghasilkan inovasi berbasis kecerdasan buatan yang dapat membantu berbagai program pemerintah, mulai dari perencanaan hingga implementasi di lapangan," kata Rico saat menghadiri Demo Day and Graduation AITF di UB Malang, Selasa (30/6/2026).
Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah aplikasi berbasis AI untuk mendukung proses pembelajaran di Sekolah Rakyat. Sistem tersebut mampu membantu guru menyusun kurikulum, merancang materi ajar, hingga membuat soal pre-test dan post-test secara lebih cepat dan sistematis.
"Teknologi ini akan memudahkan kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan dalam menyiapkan proses belajar mengajar sehingga pembelajaran menjadi lebih efektif," ujarnya.
Kemensos bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Universitas Brawijaya (UB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan Universitas Gadjah Mada (UGM) telah sepakat mengembangkan prototipe tersebut menjadi aplikasi yang akan diterapkan di 178 Sekolah Rakyat.
Ia mengakui bahwa implementasi AI tidak dilakukan secara instan. Kemensos RI menyiapkan pendampingan bagi sekitar 3.000 guru dan 5.000 tenaga kependidikan agar mampu mengoperasikan sistem tersebut secara optimal.
"Kami memiliki tiga komitmen. Pertama, melakukan pendampingan kepada guru dan tenaga kependidikan. Kedua, memastikan implementasi aplikasi di seluruh lokasi Sekolah Rakyat. Ketiga, menyiapkan dukungan anggaran agar prototipe ini dapat diwujudkan menjadi aplikasi yang benar-benar digunakan di lapangan," jelas Rico.
Ia menargetkan pengembangan aplikasi tersebut dapat mulai direalisasikan pada akhir 2026. Dalam waktu dekat, Kemensos akan kembali berkoordinasi dengan Komdigi serta perguruan tinggi mitra
"Kami memiliki tiga komitmen. Pertama, melakukan pendampingan kepada guru dan tenaga kependidikan. Kedua, memastikan implementasi aplikasi di seluruh lokasi Sekolah Rakyat. Ketiga, menyiapkan dukungan anggaran agar prototipe ini dapat diwujudkan menjadi aplikasi yang benar-benar digunakan di lapangan," jelas Rico.
Ia menargetkan pengembangan aplikasi tersebut dapat mulai direalisasikan pada akhir 2026. Dalam waktu dekat, Kemensos akan kembali berkoordinasi dengan Komdigi serta perguruan tinggi mitra
Implementasi AI tidak dilakukan secara instan. Kemensos menyiapkan pendampingan bagi sekitar 3.000 guru dan 5.000 tenaga kependidikan agar mampu mengoperasikan sistem tersebut secara optimal.
"Kami memiliki tiga komitmen. Pertama, melakukan pendampingan kepada guru dan tenaga kependidikan. Kedua, memastikan implementasi aplikasi di seluruh lokasi Sekolah Rakyat. Ketiga, menyiapkan dukungan anggaran agar prototipe ini dapat diwujudkan menjadi aplikasi yang benar-benar digunakan di lapangan," jelas Robben.
Ia menargetkan pengembangan aplikasi tersebut dapat mulai direalisasikan pada akhir 2026.
"Dalam waktu dekat, kami akan berkoordinasi dengan Komdigi serta perguruan tinggi mitra untuk menyusun kebutuhan implementasi, mulai dari infrastruktur digital, server, modul pembelajaran, hingga pelatihan pengguna," tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....