Bupati Haris: Pembangunan Kesehatan Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat
- 30 Jun 2026 22:32 WIB
- Malang
RRI. CO. ID, Probolinggo – Pemerintah Kabupaten Probolinggo menegaskan komitmennya memperkuat pembangunan sektor kesehatan melalui perencanaan berbasis data, kolaborasi lintas sektor, dan tata kelola yang terintegrasi. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan sekaligus mempercepat pencapaian indikator kesehatan daerah.
Komitmen itu disampaikan Bupati Probolinggo Mohammad Haris saat mengikuti audiensi dan rapat koordinasi strategis Performance Improvement Plan (PIP) yang diselenggarakan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Selasa (30/6/2026).
Dalam rapat tersebut, Bupati Haris menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan kesehatan tidak hanya diukur dari besarnya anggaran yang dialokasikan, tetapi dari manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat melalui layanan kesehatan yang berkualitas.
"Keberhasilan pemerintah bukan hanya seberapa besar anggaran yang dibelanjakan, tetapi seberapa besar manfaat yang berhasil dihadirkan kepada masyarakat. Karena itu, setiap kebijakan harus disusun berdasarkan data, evaluasi, dan kolaborasi," ujarnya.
Menurut Haris, seluruh organisasi perangkat daerah, pemerintah kecamatan hingga desa perlu menjadikan data sebagai dasar pengambilan keputusan agar persoalan kesehatan seperti stunting, kematian ibu melahirkan, dan kematian bayi dapat ditangani secara tepat sasaran.
Ia menambahkan, pembangunan kesehatan bukan hanya menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan, melainkan memerlukan keterlibatan seluruh perangkat daerah, pemerintah desa, organisasi masyarakat, hingga keluarga.
"Pembangunan kesehatan adalah urusan bersama. Ketika angka stunting menurun atau pelayanan bagi ibu hamil semakin baik, itu merupakan hasil kerja kolaboratif semua pihak," katanya.
Selain memperkuat upaya promotif dan preventif, Pemkab Probolinggo terus meningkatkan akses layanan kesehatan melalui sejumlah program prioritas, di antaranya layanan puskesmas 24 jam di 33 kecamatan serta program pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat.
Meski demikian, Haris mengakui Kabupaten Probolinggo masih menghadapi tantangan dalam pemenuhan tenaga kesehatan, mulai dari dokter, apoteker, perawat hingga tenaga spesialis. Karena itu, pihaknya berharap dukungan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia di sektor kesehatan.
Melalui penguatan tata kelola dan perencanaan berbasis data, Pemkab Probolinggo menargetkan pelayanan kesehatan yang lebih cepat, mudah, ramah, dan berkualitas sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....