Sepekan, BMKG Malang Catat 175 Gempa Guncang Jatim

  • 26 Jun 2026 19:59 WIB
  •  Malang
RRI.CO.ID, Malang - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas III Malang mencatat sebanyak 175 kejadian gempa bumi terjadi di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya selama periode 19-25 Juni 2026. Aktivitas gempa tersebut didominasi gempa dangkal yang dipicu oleh pergerakan lempeng tektonik dan aktivitas sesar lokal.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas III Malang, Ricko Kardoso, menjelaskan gempa yang terekam dalam periode tersebut memiliki magnitudo bervariasi, mulai dari M 1,2 hingga M 4,2.

"Selama periode 19 hingga 25 Juni 2026, tercatat 175 kejadian gempa bumi di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya. Magnitudo terbesar mencapai M 4,2, sedangkan yang terkecil M 1,2," kata Ricko dalam keterangan yang diterima RRI, Jumat (26/6/2026).

Berdasarkan hasil pemantauan BMKG, dari total kejadian tersebut sebanyak 143 gempa tergolong gempa dangkal dan 32 gempa berkedalaman menengah. Sementara itu, tidak tercatat adanya gempa bumi dalam pada periode tersebut.

Ricko menjelaskan, aktivitas kegempaan di Jawa Timur masih didominasi pengaruh zona subduksi atau pertemuan Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia. Selain itu, sejumlah gempa juga dipicu aktivitas sesar atau patahan lokal yang tersebar di wilayah Jawa Timur.

"Secara umum, kejadian gempa bumi di wilayah Jawa Timur dipengaruhi aktivitas pertemuan Lempeng Indo-Australia dengan Lempeng Eurasia serta aktivitas patahan lokal," ujarnya.

BMKG mencatat aktivitas gempa terbanyak terjadi pada 22 Juni 2026 dengan 30 kejadian, sedangkan jumlah paling sedikit terjadi pada 23 Juni 2026 dengan 21 kejadian gempa.

Meski frekuensi gempa relatif tinggi, BMKG memastikan tidak ada gempa bumi yang dirasakan masyarakat selama periode pemantauan tersebut.

"Pada periode ini tidak terdapat kejadian gempa bumi yang dirasakan," kata Ricko.
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Masyarakat juga diminta terus mengikuti informasi resmi dari BMKG terkait perkembangan aktivitas kegempaan di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....