FISIP UB Perkuat Edukasi dan Pemberdayaan Masyarakat Desa
- 26 Jun 2026 18:48 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB) menggelar Bakti Desa Arcapada 2026 sebagai upaya memperkuat edukasi dan pemberdayaan masyarakat melalui kolaborasi berbagai pihak. Sebanyak 1.247 mahasiswa didampingi 58 dosen dan 11 dosen asing diterjunkan ke desa-desa untuk membantu mengembangkan potensi lokal sekaligus memberikan solusi atas berbagai persoalan masyarakat.
Dekan FISIP UB, Dr. Imron Rozuli mengatakan, program tersebut tidak sekadar menjadi kegiatan pengabdian mahasiswa, tetapi dirancang sebagai wadah kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, aparat keamanan, organisasi nonpemerintah (NGO), hingga dunia usaha dalam mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan.
"Tujuan utama Bakti Desa Arcapada adalah membangun kolaborasi untuk mengembangkan potensi desa sekaligus membantu mengurai berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat," kata Imron, Jumat (26/6/2026).
Menurut Imron, berbagai program edukasi akan difokuskan pada isu-isu strategis yang dekat dengan kebutuhan masyarakat, mulai dari kesehatan, pendidikan, pelestarian lingkungan, hingga penguatan kapasitas masyarakat dalam mengelola potensi ekonomi desa.
Selain itu, mahasiswa dan dosen juga akan mendampingi masyarakat mengembangkan potensi tematik desa, seperti wisata berbasis masyarakat dan sektor-sektor unggulan lainnya yang dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru.
"Melalui pendampingan ini kami berharap masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengembangkan potensi desanya secara mandiri dan berkelanjutan," ujarnya.
Imron menyebut, salah satu inovasi yang dikembangkan dalam Bakti Desa Arcapada 2026 adalah pembentukan living laboratory atau laboratorium lapangan. Konsep tersebut menjadikan desa sebagai ruang pembelajaran sekaligus tempat penerapan hasil riset dan inovasi yang dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat.
"Kami ingin menciptakan living laboratory sehingga desa tidak hanya menjadi lokasi kegiatan pengabdian sesaat, tetapi menjadi ruang pembelajaran yang berkelanjutan bagi mahasiswa, dosen, dan masyarakat," jelas Imron.
Di Lombok Utara, program difokuskan pada peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan. Mahasiswa akan melakukan pendampingan dan edukasi kepada pelajar serta masyarakat agar semakin banyak generasi muda yang melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA hingga perguruan tinggi.
"Kami ingin menjadikan Desa Bayan sebagai titik awal untuk mendorong peningkatan kualitas pendidikan di kawasan tersebut. Harapannya, kegiatan ini mampu memotivasi generasi muda agar memiliki semangat melanjutkan pendidikan tinggi sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia di daerah," tutur Imron.
Selain pendidikan, mahasiswa bersama mitra dari sektor korporasi juga akan mendampingi masyarakat dalam mengembangkan potensi kawasan agar mampu memberikan nilai tambah ekonomi, terutama bagi kelompok masyarakat kurang mampu dan rentan.
Sementara itu, di Kabupaten Malang, program pengabdian disesuaikan dengan karakteristik masing-masing wilayah. Di kawasan yang dilalui aliran sungai, mahasiswa akan memberikan edukasi mengenai ketahanan air, pengelolaan irigasi, serta pelestarian ekosistem sungai bersama TNI, Polri, dan masyarakat.
Di Desa Pandansari, Kecamatan Ngajum, dan Desa Sumberdem, Kecamatan Wonosari, FISIP UB mengembangkan konsep living laboratory, yaitu laboratorium lapangan yang menjadi pusat pembelajaran sekaligus pendampingan masyarakat secara berkelanjutan. Kedua desa tersebut juga akan didorong menjadi kawasan wisata edukasi dan konservasi melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan sektor swasta.
"Kami ingin living laboratory ini menjadi ruang belajar bersama yang terus berkembang, sekaligus mendorong lahirnya inovasi berbasis potensi lokal yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat," jelas Imron.
Sementara di wilayah Malang bagian selatan, mahasiswa akan memberikan edukasi terkait perlindungan pekerja migran melalui program Migrant Care, menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat.
"Penguatan kami memang pada aspek edukasi dan pemberdayaan,” ucapnya.
"Dengan keterlibatan berbagai pihak, kami berharap setiap program yang dijalankan dapat memberikan manfaat nyata dan menghasilkan dampak jangka panjang bagi masyarakat desa," tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....