‘Cabainisasi’ di Kelurahan, Upaya Tekan Inflasi dan Perkuat Ketahanan Pangan

  • 25 Jun 2026 10:11 WIB
  •  Malang
RRI.CO.ID, Malang – Pengendalian inflasi tidak hanya dilakukan melalui kebijakan pasar, tetapi juga melalui penguatan produksi di tingkat masyarakat. Upaya mengendalikan inflasi pangan, khususnya komoditas cabai, terus diperkuat melalui program ‘cabainisasi’ yang melibatkan mahasiswa Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) Universitas Brawijaya (UB).

Program ini menjadi bagian dari agenda pengabdian masyarakat FTAB yang mendukung ketahanan pangan sekaligus membantu masyarakat meningkatkan produksi cabai di tingkat lokal.

Dekan FTAB UB, Prof. Yusuf Hendrawan menjelaskan bahwa program cabanisasi masuk dalam skema Mahasiswa Membangun Mitra (3M) FTAB UB yang dijalankan bersama mahasiswa di berbagai wilayah Kota Malang. Melalui program tersebut, mahasiswa didorong untuk berkontribusi langsung dalam mendukung program ketahanan pangan pemerintah.

Menurut Prof. Yusuf, sebanyak 856 mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan pengabdian masyarakat turut membawa bibit cabai untuk didistribusikan dan ditanam di berbagai kelurahan.

“Kami memiliki 856 mahasiswa yang diterjunkan ke masyarakat. Program cabanisasi ini menjadi bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan. Bibit cabai akan dimanfaatkan di berbagai kelurahan sehingga dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” katanya, Kamis (25/6/2026).

Program cabanisasi dinilai relevan mengingat cabai masih menjadi salah satu komoditas penyumbang inflasi yang fluktuatif. Ketika pasokan berkurang akibat cuaca atau gangguan produksi, harga cabai dapat melonjak dan memengaruhi tingkat inflasi daerah.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat menyambut baik keterlibatan FTAB UB dalam mendukung pengendalian inflasi melalui penyediaan bibit cabai bagi masyarakat. Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan program pemerintah daerah yang selama ini mendorong pemanfaatan lahan untuk budidaya cabai.

“Memang kebutuhan bibit cabai cukup tinggi. Selama ini kami juga telah mendorong masyarakat untuk menanam cabai karena komoditas ini masih menjadi salah satu penyumbang inflasi yang cukup tinggi. Dengan adanya bantuan bibit cabai ini, kelurahan-kelurahan yang memiliki lahan potensial bisa semakin produktif,” kata Wahyu.

Ia menambahkan, sejumlah wilayah di Kota Malang memiliki potensi pengembangan budidaya cabai, terutama di Kecamatan Kedungkandang dan beberapa kawasan lain yang masih memiliki lahan cukup luas untuk ditanami.

Melalui program cabainisasi, pemerintah daerah berharap pasokan cabai dapat lebih terjaga sehingga mampu mengurangi gejolak harga di pasaran.

Selain membantu pengendalian inflasi, gerakan menanam cabai juga diharapkan dapat meningkatkan kemandirian pangan masyarakat dan memperkuat ekonomi keluarga. Dengan semakin banyaknya warga yang menanam cabai, Kota Malang diharapkan memiliki pasokan yang lebih stabil dan tahan terhadap fluktuasi harga pangan.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....