Pemkot Batu Gelar Tasyakuran dan Doa Bersama Seperempat Abad Kota Batu
- 26 Jun 2026 11:45 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Batu - Pemerintah Kota Batu menggelar Tasyakuran dan Doa Bersama dalam rangka memperingati seperempat abad penandatanganan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2001 tentang Pembentukan Kota Batu di Graha Pancasila Balai Kota Among Tani, Minggu (21/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para pendiri sekaligus memperkuat komitmen melanjutkan pembangunan daerah.
Acara dihadiri Wali Kota Batu Nurochman, Wakil Wali Kota Heli Suyanto, unsur Forkopimda, Kelompok Kerja (Pokja) Peningkatan Status Kota Batu, tokoh masyarakat, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan dan tokoh lintas agama. Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan semangat kebersamaan dalam membangun Kota Batu.
Dalam sambutannya, Wali Kota Batu Nurochman menyampaikan apresiasi kepada seluruh tokoh dan anggota Pokja yang telah berjuang mewujudkan Kota Batu sebagai daerah otonom. Menurutnya, perjalanan 25 tahun Kota Batu merupakan hasil kerja keras dan pengorbanan banyak pihak.
“Terima kasih kepada seluruh Pokja dan para pendiri Kota Batu yang telah meletakkan fondasi bagi kemajuan daerah ini. Kami mohon izin untuk melanjutkan roda pemerintahan dan meneruskan perjuangan yang telah dirintis demi mewujudkan Kota Batu yang semakin maju dan sejahtera,” ujar Nurochman.
Ia menegaskan bahwa semangat para pendiri harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Pemerintah Kota Batu juga berkomitmen melanjutkan pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Peringatan seperempat abad Kota Batu tidak hanya menjadi ajang refleksi sejarah, tetapi juga sarana memperkuat sinergi seluruh elemen masyarakat. Kolaborasi yang telah terbangun selama ini dinilai menjadi modal penting untuk menghadapi tantangan pembangunan ke depan.
Pada kesempatan tersebut, anggota Pokja Peningkatan Status Kota Batu, Dr. Slamet Hendro Kusumo, mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan. Menurutnya, identitas Kota Batu sebagai kawasan pertanian dan daerah resapan air perlu terus dipertahankan.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan santunan kepada anak yatim serta doa lintas agama yang melibatkan berbagai tokoh agama dan kepercayaan. Kegiatan tersebut menjadi simbol rasa syukur atas perjalanan panjang Kota Batu selama 25 tahun.
Sebagai puncak acara, dilakukan pemotongan tumpeng yang menandai ungkapan syukur atas capaian pembangunan yang telah diraih. Momentum tersebut sekaligus menjadi harapan agar Kota Batu terus berkembang menjadi daerah yang maju, harmonis, dan berkelanjutan.
Melalui peringatan seperempat abad ini, Pemerintah Kota Batu mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga semangat persatuan dan gotong royong. Nilai-nilai perjuangan para pendiri diharapkan menjadi inspirasi dalam mewujudkan Kota Batu yang semakin sejahtera dan berdaya saing.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....