Duta Anti Narkoba Gencarkan Edukasi Bahaya Narkoba ke Kalangan Remaja

  • 22 Jun 2026 12:57 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Duta Anti Narkoba Kota Malang terus memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda melalui berbagai program edukasi. Selain turun langsung ke sekolah-sekolah, paguyuban yang beranggotakan para pemuda ini juga aktif memanfaatkan media sosial sebagai sarana kampanye anti narkoba.

Communication and Public Relations Officer Duta Anti Narkoba Kota Malang, Muhammad Ifan Baktiar, mengatakan generasi muda memiliki peran penting dalam memutus mata rantai penyalahgunaan narkoba melalui edukasi dan penyebaran informasi yang benar.

Menurut Ifan, berbagai program kerja telah disusun untuk memberikan penyuluhan langsung kepada masyarakat, terutama pelajar yang dinilai menjadi kelompok rentan terhadap pengaruh narkoba. Salah satu kegiatan yang rutin dilakukan adalah sosialisasi di sekolah-sekolah, khususnya saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

“Kami memanfaatkan momentum MPLS untuk memberikan pemahaman kepada siswa baru mengenai bahaya narkoba serta pentingnya membangun lingkungan pergaulan yang sehat sejak dini,” ujarnya kepada RRI, Jumat (19/6/2026).

Ia menjelaskan bahwa kelompok usia remaja menjadi salah satu sasaran utama edukasi karena memiliki tingkat rasa ingin tahu yang tinggi dan rentan terhadap berbagai pengaruh negatif.

“Saat ini jika dilihat kelompok yang rentan menggunakan narkoba adalah usia remaja sekitar 18 tahun ke atas yang mempunyai rasa penasaran tinggi. Beberapa di antara mereka yang mengalami tingginya tekanan dan tidak bisa mengolah mental dengan baik, memilih bebas dengan efek euforia dari narkoba,” jelas Ifan.

Selain penyuluhan di sekolah, Duta Anti Narkoba Kota Malang juga aktif menggelar sosialisasi di ruang publik, salah satunya melalui kegiatan Car Free Day (CFD). Kegiatan tersebut dimanfaatkan untuk menjangkau masyarakat secara lebih luas sekaligus mengedukasi tentang bahaya penyalahgunaan narkotika.

Tak hanya itu, kampanye pencegahan juga dilakukan melalui media sosial Instagram dengan menghadirkan berbagai konten edukatif yang dikemas secara menarik dan mudah dipahami oleh generasi muda.

Menurut Ifan, pemanfaatan media digital menjadi strategi yang efektif karena sebagian besar remaja saat ini aktif menggunakan media sosial dalam kehidupan sehari-hari.

“Melalui media sosial, informasi mengenai bahaya narkoba dapat menjangkau masyarakat lebih luas tanpa terbatas ruang dan waktu. Harapannya semakin banyak anak muda yang memahami risiko penyalahgunaan narkoba dan berani mengatakan tidak,” katanya.

Ia berharap semakin banyak generasi muda yang terlibat sebagai agen perubahan dengan menyebarkan pesan positif serta mengajak teman-temannya menjauhi narkoba. Menurutnya, kolaborasi antara sekolah, keluarga, komunitas, dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan generasi yang sehat, berprestasi, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....