Baru Dilantik, Samanhudi Anwar Pilih Lepas Jabatan Ketua KONI Kota Blitar

  • 18 Jun 2026 14:25 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Blitar - Pelantikan pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Blitar periode 2026–2030 diwarnai keputusan mengejutkan.

Samanhudi Anwar yang baru saja resmi dilantik sebagai Ketua Umum KONI Kota Blitar, langsung menyatakan mundur dari jabatannya pada Kamis (18/6/2026).

Mantan Wali Kota Blitar tersebut mengatakan, langkah mundur yang diambilnya bukan keputusan mendadak. Ia mengaku sudah berkomitmen sejak awal bahwa setelah proses pelantikan selesai, dirinya akan menyerahkan kembali jabatan ketua demi menjaga kondusifitas organisasi.

Bahkan, surat pengunduran diri disebut telah ditandatangani sekitar dua pekan sebelum pelantikan berlangsung.

"Seorang pemimpin harus memegang komitmen. Komitmen saya sejak awal, setelah dilantik saya akan mengundurkan diri. Itu yang saya lakukan. Saya harus gentleman," kata Samanhudi, Kamis (18/6/2026).

Menurut Samanhudi, keputusan tersebut diambil agar untuk menghindari potensi gejolak di tubuh KONI Kota Blitar. Ia juga ingin menghindari kemungkinan munculnya Musyawarah Olahraga Kota Luar Biasa (Musorkotlub) yang berpotensi menimbulkan dinamika baru dalam organisasi.

Saat ini, pihaknya bersama KONI Jawa Timur tengah mengkaji mekanisme yang akan ditempuh untuk mengisi kekosongan kepemimpinan. Sejumlah opsi disiapkan, mulai dari penunjukan pelaksana tugas hingga optimalisasi peran ketua harian dengan tetap mengacu pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) KONI.

"Semua akan kami dalami berdasarkan AD/ART. Yang jelas, saya sudah menyatakan mundur dan sekarang tinggal proses berikutnya," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua I KONI Kota Blitar, Elim Tyu Samba, memastikan aktivitas organisasi tetap berjalan sebagaimana mestinya. Menurutnya, proses pergantian kepemimpinan harus mengikuti aturan yang berlaku sehingga tidak mengganggu program pembinaan olahraga yang telah disusun.

Ia menegaskan, selama mekanisme pengunduran diri belum tuntas secara organisasi, fungsi kepemimpinan tetap harus dijalankan agar roda organisasi tidak terhenti.

"Secara pribadi itu hak beliau. Tetapi secara organisasi ada mekanisme yang harus ditempuh. Selama proses itu berjalan, tugas-tugas ketua tetap harus dilaksanakan dan saya siap membantu serta menjalankan tanggung jawab yang diberikan," kata Elim.

Elim berharap dinamika yang sempat mewarnai proses pemilihan ketua dapat segera berakhir. Ia mengajak seluruh pengurus dan cabang olahraga untuk kembali bersatu dan memusatkan perhatian pada pembinaan atlet.

Menurutnya, kepengurusan KONI Kota Blitar periode 2026–2030 disusun dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari kalangan eksekutif, legislatif, hingga praktisi olahraga dan bertujuan memperkuat prestasi olahraga daerah, bukan menjadi arena kepentingan pribadi maupun kelompok.

"Kami mendapat amanah untuk membina atlet dan meningkatkan prestasi olahraga Kota Blitar. Jangan sampai perbedaan atau konflik justru merugikan para atlet yang seharusnya menjadi fokus utama," tegasnya.

Dengan mundurnya Samanhudi sesaat setelah dilantik, KONI Kota Blitar kini memasuki masa transisi kepemimpinan. Kepastian mengenai siapa yang akan memimpin organisasi olahraga tersebut selanjutnya masih menunggu keputusan sesuai mekanisme yang diatur dalam AD/ART KONI.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....