Geografis Luas dan Usaha Online Jadi Tantangan Sensus Ekonomi di Kabupaten Malang

  • 18 Jun 2026 12:18 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Malang tidak hanya menghadapi tantangan luasnya wilayah geografis, tetapi juga semakin beragamnya jenis usaha yang berkembang di masyarakat. Salah satunya adalah usaha berbasis digital yang tidak mudah teridentifikasi secara kasat mata. Hal itu menjadi tantangan yang dihadapi petugas sensus sejak hari pertama turun ke lapangan.

"Masih ada keraguan dari sebagian responden untuk memberikan data. Selain itu, wilayah Kabupaten Malang yang terdiri dari 33 kecamatan dan 390 desa maupun kelurahan juga menjadi tantangan tersendiri," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malang, Erny Fatma Setyoharini, dalam program Halo RRI, Kamis 18 Juni 2026.

Menurut Erny, petugas juga harus mampu menemukan berbagai jenis usaha yang tidak selalu terlihat secara fisik.

"Ketika melakukan pendataan, kami menemukan banyak usaha yang tidak kasat mata seperti usaha online. Semua aktivitas ekonomi tersebut tetap harus kami catat," tuturnya.

Selain itu, BPS juga dituntut menjaga kualitas data di tengah target waktu yang cukup ketat.

"Kami harus menjaga kualitas data, sementara waktu pendataan hanya sekitar dua setengah bulan. Karena itu petugas terus kami dampingi agar percaya diri dan mampu melakukan wawancara dengan baik," jelasnya.

Ia menambahkan seluruh proses pendataan kini dilakukan secara digital menggunakan aplikasi khusus yang terpasang di telepon genggam petugas.

"Kami tidak lagi menggunakan kertas. Seluruh pendataan dilakukan melalui aplikasi dan perangkat digital yang dibawa masing-masing petugas," ujarnya.

Erny berharap berbagai kendala yang muncul pada awal pelaksanaan dapat diatasi melalui koordinasi yang baik dengan masyarakat dan pemerintah daerah sehingga target sensus dapat tercapai sesuai jadwal.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....