BMKG Ingatkan Ancaman Kebakaran dan ISPA saat Musim Kemarau di Malang Raya
- 17 Jun 2026 12:30 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang – Di balik udara sejuk yang dirasakan masyarakat selama fenomena bediding, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan adanya sejumlah dampak yang perlu diwaspadai selama musim kemarau, mulai dari kebakaran hingga gangguan kesehatan. Karakter musim kemarau yang kering meningkatkan risiko kebakaran lahan maupun kebakaran permukiman.
Rendahnya curah hujan menyebabkan kondisi lingkungan menjadi lebih mudah terbakar. Hal itu disampaikan Ketua Tim Kerja Meteorologi BMKG Juanda, Andrie Wijaya, Rabu 17 Juni 2026.
"Musim kemarau bersifat sangat kering sehingga bahan-bahan mudah terbakar dan dapat memicu kebakaran hutan, lahan maupun permukiman," ujarnya.
Selain itu, masyarakat juga diminta mewaspadai dampak kesehatan akibat udara kering dan tingginya paparan sinar ultraviolet.
"Radiasi matahari yang langsung mengenai tubuh bisa menyebabkan gangguan kulit, sedangkan debu dapat memicu ISPA maupun gangguan mata," katanya.
BMKG mengimbau masyarakat menjaga kondisi tubuh dengan memperbanyak konsumsi air putih saat beraktivitas di luar ruangan.
"Sering-sering minum air putih agar terhindar dari dehidrasi, dan gunakan pelembab supaya kulit tidak terlalu kering," jelas Andrie.
Ia juga mengingatkan bahwa musim kemarau bukan berarti hujan tidak akan turun sama sekali.
"Kemungkinan hujan masih ada, tetapi sifatnya lokal, durasinya singkat, dan umumnya ringan hingga sedang," tuturnya.
BMKG mengajak masyarakat untuk terus memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG agar memperoleh informasi yang akurat terkait kondisi atmosfer dan potensi cuaca ekstrem selama musim kemarau.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....