Wamenhaj Puji Dedikasi Cak Imin Tetap Bertugas Usai Istri Wafat

  • 13 Jun 2026 10:38 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang – Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Dahnil Anzar Simanjuntak mengapresiasi dedikasi Muhaimin, petugas Media Center Haji (MCH) asal Kota Malang, yang tetap menjalankan tugas di Arab Saudi meski tengah berduka setelah kehilangan istrinya.

Dahnil menyebut keputusan Muhaimin yang juga jurnalis Malangposco media untuk menyelesaikan amanah sebagai petugas haji merupakan bentuk integritas dan tanggung jawab. Menurutnya, kondisi tersebut bukan hal mudah, namun Muhaimin memilih tetap menjalankan tugas pelayanan kepada jemaah.

“Dedikasinya luar biasa. Ketika musibah menimpa beliau, kehilangan istri, itu bukan hal yang mudah. Tetapi Cak Imin memilih menunaikan tanggung jawab sampai selesai di tanah haram,” ujar Dahnil saat mengunjungi kediaman Muhaimin di Kota Malang. Sabtu 13 Juni 2026.

Ia menilai sikap tersebut menjadi contoh bagi petugas haji lainnya. Terlebih, tugas Muhaimin sebagai petugas Daerah Kerja (Daker) Bandara disebut memiliki beban cukup berat karena masa penugasannya berlangsung panjang.

“Ini namanya dedikasi, integritas, dan melunasi tanggung jawab sampai selesai,” katanya.

Dahnil menjelaskan, Muhaimin masih menjalankan tugas di Arab Saudi dan dijadwalkan kembali ke Indonesia sekitar awal Juli mendatang. Selama bertugas, ia akan berpindah dari Jeddah, Makkah, hingga Madinah untuk membantu proses pelayanan kepulangan jemaah haji.

Selain memberikan apresiasi, Dahnil juga menyampaikan dukungan kepada keluarga Muhaimin. Ia berharap putri tunggal almarhumah dapat terus berprestasi, termasuk dalam bidang olahraga taekwondo yang ditekuninya

“Kami ingin membangun Kementerian Haji dan Umrah sebagai keluarga besar. Duka yang dialami Cak Muhaimin adalah duka kami juga,” ucapnya.

Sementara itu, Dahnil mengatakan penyelenggaraan haji 2026 masih memiliki sejumlah evaluasi, terutama terkait pelayanan di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina) serta aspek kesehatan jemaah.

Ia menyebut angka jemaah haji Jawa Timur yang wafat mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya, namun masih menjadi perhatian karena termasuk yang tertinggi secara nasional.

“Tahun lalu di tanggal yang sama hampir 104, tahun ini Jawa Timur 65 jemaah. Turun drastis, tapi tetap jadi catatan kami,” jelasnya.

Ke depan, pemerintah akan memperketat proses istitaah kesehatan agar jemaah dengan risiko kesehatan tinggi dapat lebih selektif diberangkatkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....