Rupiah Tertekan, Penjualan Sparepart Motor di Blitar Ikut Lesu

  • 10 Jun 2026 14:56 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Blitar - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mulai dirasakan pelaku usaha sparepart sepeda motor di Kabupaten Blitar.

Kenaikan harga sejumlah komponen yang mayoritas masih bergantung pada bahan baku maupun produk impor membuat pedagang harus menaikkan harga jual, yang berujung pada berkurangnya jumlah transaksi.

Kondisi tersebut dialami Andri Siswanto, pemilik toko sparepart dan variasi motor di Kecamatan Garum. Ia mengatakan, dalam beberapa bulan terakhir harga berbagai produk mengalami penyesuaian akibat naiknya biaya pasokan dari distributor.

Menurut Andri, kenaikan harga terjadi pada sejumlah komponen seperti ban, oli, hingga berbagai aksesoris kendaraan. Rata-rata kenaikan berkisar antara lima hingga sepuluh persen dibandingkan harga sebelumnya.

"Kalau kurs dolar naik, distributor juga menyesuaikan harga. Akhirnya kami sebagai penjual harus mengikuti karena barang yang masuk memang sudah lebih mahal," kata Andri, Rabu (10/6/2026).

Ia mencontohkan harga ban sepeda motor yang sebelumnya berada di kisaran Rp250 ribu kini naik menjadi sekitar Rp265 ribu hingga Rp270 ribu per unit.

Sementara itu, harga oli juga mengalami peningkatan yang cukup terasa dalam beberapa waktu terakhir.

Kenaikan harga tersebut berdampak langsung terhadap perilaku konsumen. Banyak pelanggan yang kini lebih selektif dalam melakukan perawatan kendaraan dan hanya membeli komponen yang benar-benar diperlukan.

"Pembeli masih ada, tetapi tidak seramai biasanya. Banyak yang menunda penggantian sparepart kalau memang belum mendesak," ujarnya.

Melihat tren harga oli yang terus meningkat, Andri mengaku sementara waktu mengurangi penambahan stok produk tersebut. Ia memilih fokus pada penjualan sparepart dan variasi motor yang perputaran barangnya masih cukup baik.

Dampak kenaikan harga juga dirasakan para pengguna kendaraan. Dedi, salah seorang konsumen, mengaku biaya perawatan motornya kini semakin besar dibandingkan sebelumnya.

Jika dulu ia hanya mengeluarkan sekitar Rp50 ribu untuk mengganti oli, kini biaya yang harus disiapkan bisa mencapai Rp70 ribu.

"Kondisinya sekarang membuat saya lebih hati-hati saat membeli. Biasanya saya membandingkan harga beberapa merek dulu atau mencari promo supaya biaya perawatan tidak terlalu tinggi," tutur Dedi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....