Pemkab Malang Fokus Jaga Fungsionalitas 1.668 Km Jalan Kabupaten

  • 09 Jun 2026 08:28 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang mempertegas arah kebijakan infrastruktur jalan di tengah bayang-bayang penyesuaian anggaran tahun 2026.

Menghadapi benturan ekonomi global, fokus kerja kini digeser dari pembangunan jalur baru berskala besar menjadi optimalisasi fungsionalitas total atas jaringan jalan kabupaten yang membentang sepanjang 1.668,76 kilometer.

Langkah taktis ini diambil mengingat beban pemeliharaan jalan di Kabupaten Malang sangat tinggi.

Selain faktor usia aspal, letak geografis wilayah Kabupaten Malang yang dikelilingi pegunungan membuatnya sangat rentan terhadap bencana alam yang mempercepat kerusakan struktur jalan.

Kepala DPUBM Kabupaten Malang, Khairul Isnaidi Kusuma, mengungkapkan bahwa secara teknis, kualitas jalan selalu mengalami penurunan (depresiasi) alami setiap tahunnya.

Jika tidak diintervensi dengan pemeliharaan rutin yang cepat, penurunan kualitas ini bisa mengganggu mobilitas ekonomi masyarakat secara luas.

"Tiap tahun itu pasti ada penurunan kondisi sekitar 15 sampai 20 persen. Penurunan ini dipicu oleh kondisi seperti bencana alam semacam tanah longsor yang sering melanda beberapa titik rawan di Kabupaten Malang," jelas Oong, sapaannya, Selasa (9/6/2026).

Mengingat luasnya jaringan jalan kabupaten yang mencapai seribu kilometer lebih tersebut, DPUBM memilih untuk bergerak efektif secara spot-by-spot (titik demi titik) demi memastikan tidak ada koridor ekonomi warga yang terputus.

Dengan APBD 2026 yang disiasati secara ketat, Oong mengakui bahwa volume proyek peningkatan jalan (seperti peningkatan ke aspal hotmix penuh) secara jarak mungkin tidak akan terlihat masif di satu kawasan.

Namun, daya jangkau penanganannya dipastikan merata di wilayah-wilayah krusial.

"Jalan yang dimantapkan (secara total) mungkin tidak banyak, mungkin hanya ratusan meter di tiap spotnya. Tapi, tugas utama kita kan juga memastikan jalan yang ada saat ini kembali berfungsi 100 persen," tegasnya.

Melalui pendekatan pemeliharaan berbasis pemulihan fungsi ini, Pemkab Malang optimistis intervensi darurat terhadap jalan-jalan yang terdampak longsor maupun jalan berlubang dapat diselesaikan lebih cepat tanpa harus menunggu anggaran proyek tahunan yang besar.

Pemkab Malang berkomitmen agar target Indeks Jalan Mantap di wilayah Kabupaten Malang tetap berada di batas aman sepanjang tahun anggaran 2026.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....