Sabers Pungli: Sungai di Kota Batu Masih Banyak Sampah Plastik dan Popok Bekas

  • 09 Jun 2026 07:27 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Aksi bersih sungai dan sumber mata air yang digelar komunitas gerakan Sapu Bersih Sampah Nyemplung Kali (Sabers Pungli) di kawasan Sumber Ndollo, Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu, tidak hanya menjadi momentum peringatan Hari Lingkungan Hidup 2026, tetapi juga mengungkap masih adanya persoalan sampah di kawasan sungai.

Aktivis Sabers Pungli, Dodik Eko Wahyudi, mengatakan tim menemukan berbagai jenis sampah selama kegiatan pembersihan yang melibatkan sekitar 100 relawan tersebut.

Menurutnya, sampah yang ditemukan didominasi oleh sampah organik berupa tumbuhan liar yang menutupi bantaran sungai.

"Kemarin memang yang paling banyak adalah sampah-sampah organik. Tumbuh-tumbuhan yang ada di kanan kiri sungai dibersihkan semua oleh masyarakat," jelas Dodik dalam program Halo RRI, Senin 8 Juni 2026.

Selain itu, relawan juga mengumpulkan sampah anorganik berupa kantong plastik, bekas polibag, dan botol bekas.

"Untuk sampah anorganik kami menemukan plastik kresek, plastik sisa polibag, dan botol. Tetapi jumlahnya tidak banyak, tidak sampai 100 kilogram," kata Dodik.

Sementara itu, tim juga menemukan sampah residu berupa popok sekali pakai yang dibuang di sekitar bantaran sungai.

"Untuk sampah residu kami menemukan beberapa diapers. Kemungkinan bukan dari masyarakat sekitar karena ditemukan di kanan kiri sungai, bukan di aliran sungainya," ujarnya.

Seluruh sampah hasil kegiatan kemudian diangkut oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu untuk dikelola lebih lanjut.

Dodik menambahkan, tingginya kepedulian warga membuat pihaknya berencana menggelar kegiatan serupa di wilayah lain.

"Kemarin ada permintaan dari masyarakat di desa lain. Mereka mengajak kerja bakti sebelum Agustusan karena saat debit air kecil, sampah lebih mudah terlihat dan diangkat," tuturnya.

Saat ini sejumlah desa di Kecamatan Junrejo telah mengajukan permohonan agar kegiatan serupa dapat dilaksanakan di wilayah mereka.

Sebagai penutup, Dodik mengingatkan bahwa pelestarian lingkungan bukan sekadar pilihan, melainkan tanggung jawab bersama.

"Menjaga lingkungan itu adalah suatu kewajiban, bukan sebuah pilihan. Mari bergerak, karena sedikit bergerak lebih baik daripada tidak bergerak sama sekali," pungkasnya.

Gerakan Sabers Pungli ke-190 ini mengusung semangat "kesadaran terlibat", yakni mendorong masyarakat menjadi bagian aktif dalam menjaga keberlanjutan sumber air dan sungai sebagai warisan bagi generasi mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....