Gerakan Desa Maslahah Resmi Diluncurkan di Wajak Kabupaten Malang
- 07 Jun 2026 18:34 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang – Ekosistem pembangunan desa di Kabupaten Malang memasuki babak baru. Gerakan Desa Maslahah Universitas Al Qolam Malang resmi diluncurkan di Balai Desa Bambang, Kecamatan Wajak, Minggu pagi (7/6/2026).
Program inovatif ini menjadi langkah strategis dalam mengintegrasikan pemberdayaan masyarakat berbasis nilai keagamaan dan akademis.
Gerakan ini lahir dari sinergi dan kolaborasi kuat antara Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Malang, Pengurus Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Malang, serta Universitas Al-Qolam Malang.
Guna memaksimalkan dampak di lapangan, program ini juga diintegrasikan langsung dengan kegiatan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) mahasiswa.
Peluncuran gerakan tersebut diresmikan langsung oleh Bupati Malang Drs. HM Sanusi, MM. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Dr. Ir. Budiar Anwar, M.Si, perwakilan PC GP Ansor Jawa Timur, jajaran rektorat Universitas Al Qolam, serta Forkopimcam Wajak.
Dalam sambutannya, Bupati Malang HM Sanusi memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif kolaboratif ini.
Dia menegaskan bahwa arah pembangunan desa masa kini harus menyentuh aspek yang komprehensif, bukan sekadar fisik semata.
“Pembangunan desa tidak hanya berbicara tentang infrastruktur fisik, tetapi juga menyangkut pembangunan kualitas sumber daya manusia, penguatan nilai-nilai sosial keagamaan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, pelestarian lingkungan, serta penguatan tata kelola pemerintahan desa yang baik,” tutur Sanusi.
Lebih lanjut, konsep maslahah yang diusung dalam gerakan ini menekankan bahwa setiap kebijakan pembangunan wajib memberikan asas manfaat yang optimal bagi warga.
Gerakan ini dirancang tidak sekadar mengejar target formal program, melainkan fokus pada pencapaian kesejahteraan, kemajuan, dan kemanfaatan nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat desa.
Keterlibatan mahasiswa Universitas Al-Qolam melalui KKN Tematik diharapkan mampu menjadi katalisator perubahan dan motor penggerak inovasi di desa.
Kehadiran kalangan akademisi di tengah masyarakat dinilai penting untuk membantu mengidentifikasi, memetakan, serta mengoptimalkan potensi lokal yang ada.
Pemerintah Kabupaten Malang menyatakan dukungan penuh terhadap gerakan ini karena sejalan dengan visi penguatan kemandirian desa.
Sinergi lintas sektor ini diharapkan tidak berhenti sebagai seremonial, melainkan mampu menjadi model percontohan (pilot project) yang berkelanjutan dan dapat direplikasi di wilayah lain di Kabupaten Malang untuk membangun kehidupan sosial yang harmonis dan religius.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....