Okupansi Hotel Kota Batu Stabil, Tarif Kamar Justru Menurun
- 05 Jun 2026 15:21 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Batu - Tingkat okupansi hotel di Kota Batu selama periode libur panjang Mei 2026 tercatat relatif sama dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. Namun, pelaku perhotelan mengaku menghadapi penurunan rata-rata tarif kamar atau room rate yang berdampak pada pendapatan usaha.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia, Sujud Hariadi, mengatakan tingkat hunian hotel pada Mei 2026 tidak mengalami perubahan signifikan dibandingkan Mei 2025. Kondisi tersebut menunjukkan kunjungan wisatawan ke sektor akomodasi masih cukup terjaga.
“Terkait okupansi kita sih sama saja antara Mei tahun 2025 dengan Mei 2026. Cuma untuk room rate, untuk harga rata-rata kita justru lebih tinggi di tahun 2025 kemarin,” ujarnya, Jumat (5/6/2026).
Menurutnya, capaian okupansi tertinggi terjadi saat libur Hari Raya Waisak. Rata-rata tingkat hunian hotel di Kota Batu saat itu mampu mencapai sekitar 80 persen.
Sementara pada periode libur Iduladha yang berlangsung selama dua malam, tingkat okupansi hotel berada di kisaran 60 persen. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan capaian saat libur Waisak.
Sujud menjelaskan, meski terjadi libur panjang, hotel-hotel di Kota Batu tidak dapat menaikkan tarif kamar seperti tahun-tahun sebelumnya. Permintaan kamar yang belum terlalu tinggi membuat pelaku usaha harus mempertahankan harga agar tetap kompetitif.
“Kalau dulu saat long weekend tarif bisa naik 20 sampai 50 persen dari publish rate karena permintaan tinggi. Tetapi sekarang permintaan hotel tidak terlalu tinggi seperti tahun-tahun sebelumnya,” terangnya.
Ia menambahkan wisatawan saat ini cenderung memilih pilihan wisata yang lebih terjangkau. Kondisi tersebut membuat hotel dan destinasi wisata premium mengalami tantangan untuk mempertahankan tarif kamar pada level yang optimal meskipun tingkat okupansi masih relatif stabil.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....