Produksi Padi di Kota Pasuruan Capai 56% dari Target Tahunan
- 05 Jun 2026 12:07 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Pasuruan - Meski masih di bawah target tahunan, namun produksi padi di Kota Pasuruan justru terus menunjukkan tren positif.
Data Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan (DPPKP) Kota Pasuruan menyebutkan, produksi padi selama satu tahun ditarget bisa menembus 1.788 ton. Sedangkan pada triwulan pertama tahun ini, panen padi mencapai sekitar 581 ton plus hasil panen selama April hingga awal Juni 2026 mencapai 436 ton. Sehingga total realisasi hasil panen padi sepanjang tahun ini telah mencapai 1.017 ton alias 56,8 persen dari target tahunan.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan (DPPKP) Kota Pasuruan Zahra Hayati mengatakan capaian produksi padi para triwulan pertama sudah melebihi separuh dari target, sehingga ia optimis sebelum pergantian tahun depan, produksi padi telah memenuhi target.
"Kalau cuacanya seperti sekarang, Insya Allah target bisa kita capai, karena sekarang ini sudah mebcapai lebih dari 50 persen," katanya.
Meski capaian tersebut cukup menggembirakan, ancaman cuaca ekstrem masih menjadi perhatian serius. Hujan berkepanjangan yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir memicu serangan hama dan tikus.
Sementara itu, musim kemarau panjang yang diprediksi terjadi pada paro kedua tahun ini, berpotensi mengganggu produktivitas lahan pertanian.
Oleh karenanya, Zahra mengimbau agar petani perlu lebih bijak dalam menentukan pola tanam dan penggunaan sumber daya air.
"Dampaknya bukan hanya ke cuaca tetapi juga terhadap kehidupan sehari-hari, termasuk sektor pertanian,” terangnya.
Mengantisipasi dampak kemarau, DPPKP telah menyiapkan sejumlah langkah strategis. Mulai pemetaan wilayah rawan kekeringan, optimalisasi pengelolaan air irigasi, percepatan tanam serempak di wilayah potensial, hingga penggunaan varietas padi yang lebih tahan terhadap kekeringan.
Kata Zahra, Pemerintah juga mengusulkan bantuan pompa air kepada Pemerintah Pusat. Serta, mendorong penyesuaian pola tanam sesuai kondisi iklim dan ketersediaan air.
“Petani di Kota Pasuruan yang lahannya kekurangan air banyak yang menanam padi varietas Situ Bagendit karena tahan terhadap kekeringan,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....